banner 728x90

Habsi Wahid ”Tagih Memang Meka’ Ini Hari”

821 views
banner 728x90
Camat Bonehau memberi sambutan atas kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Mamuju bersama rombongan

Camat Bonehau memberi sambutan atas kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Mamuju bersama rombongan

 

Katinting.com, Mamuju – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan menjadi ruang strategis bagi Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid bersama Wakil Bupati, H. Irwan Pababari. Menurut Habsi Wahid, forum yang dilangsungkan tidak jauh sejak pelantikannya yakni pada 17 Februari lalu dapat menjadi wadah dalam memenuhi janji politiknya sewaktu kampanye.

Saat Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017 di Kecamatan Bonehau, Habsi Wahid sempat melontarkan kalimat dengan dialeg lokal Mamuju, kepada masyarakat dan pemangku kepentingan yang hadir di pelataran Kantor camat Bonehau pada Kamis, 3 Maret 2016.

“Tagih memang meka’ ini hari,” arah Habsi Wahid. yang mana, jika diartikan secara baku, kalimat tersebut bermakna “silahkan tagih saya hari ini”.

Menurutnya, pada forum Musrenbanglah masyarakat memiliki kesempatan formal menyampaikan keluhan serta kebutuhannya kepada pemerintah.

Habsi Wahid menjelaskan, janji politik yang telah ia sampaikan kepada masyarakat Bonehau akan disinkronisasikan dengan kebutuhan masyarakat yang terangkum dalam Musrenbang tersebut. Kemudian, hasilnya akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), terhitung tahun 2017 hingga tahun 2021.

“Di momentum inilah kita menyusun rancangan atau rencana pembangunan jangka menengah lima tahun yang akan menjadi pedoman kami didalam membangun daerah ini. Untuk tahun 2016 ini, kami belum bisa berbuat banyak, karena yang buat APBD 2016 belum kami yang melaksanakan, itu masih tanggung jawab bapak pelaksana tugas bupati yang lalu yang menyusun APBD itu,” terangnya.

Sementara itu, dalam forum Musrembang tersebut, Kepala Desa Buttu Ada’, Alvian, mengusulkan irigasi lahan pertanian sebagai program prioritas. Ia mangatakan, terdapat kurang lebih 150 hektar lahan pertanian di desanya yang mebutuhkan irigasi baru, sabab sistem pengairan yang digunakan sekarang, menurutnya sudah tidak layak. (Dian Hardianti Lestari)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.