Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dorong Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Bapperida Sulbar Paparkan Peta Jalan Iptek 2025-2029 dalam Konsinyering BI

Mamuju, Katinting.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Darwis Damir, tampil sebagai narasumber kunci dalam acara konsinyering Bank Indonesia Sulbar yang bertujuan menyusun Kajian Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Maleo, Mamuju, pada Rabu, (10/12).

BACA JUGA: Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Nataru 2025/2026 lewat Rakor Kemendagri

Konsinyering merupakan forum diskusi strategis yang melibatkan pemerintah daerah, sektor perbankan, dan tim ahli penyusun kajian untuk merumuskan peta pembangunan yang efektif.

Dalam presentasinya, Plt Kepala Bapperida Sulbar Darwis Damir menyampaikan secara rinci Rencana Induk Peta Jalan Kemajuan Iptek Daerah 2025-2029, yang dirancang selaras dengan visi dan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan wakil gubernur Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga. Visi utama yang diusung adalah mendorong pembangunan inklusif melalui dua target kritis: penurunan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang berkeadilan, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.

Darwis Damir menegaskan, peta jalan Iptek daerah ini menjadi strategi sentral dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi dan persaingan global. Tahapan strategis yang dibagi per tahun dijelaskan sebagai berikut:

  • 2025: Fokus pada konsolidasi dan penataan sistem Rencana Induk Daerah (RID) agar seluruh program pembangunan terintegrasi dan sinergis.

  • 2026: Penguatan infrastruktur sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kapasitas pendidikan, pelatihan teknis, dan pengembangan kompetensi unggulan yang relevan dengan kebutuhan daerah.

  • 2027: Peningkatan kemampuan pengembangan produk unggulan daerah sebagai tulang punggung ekonomi, termasuk sektor agribisnis, perikanan, dan produk budaya.

  • 2028: Difusi dan hilirisasi inovasi teknologi, yang berarti penerapan hasil riset dan pengembangan dalam skala industri agar memberi nilai tambah pada produk lokal.

  • 2029: Evaluasi komprehensif dan replikasi model terbaik untuk memastikan kesinambungan dan efektivitas program jangka panjang.

Darwis Damir juga menggarisbawahi sejumlah produk unggulan Sulawesi Barat yang harus mendapat perhatian khusus, yakni kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, budidaya ikan air tawar dan laut, jagung, padi, serta sektor pariwisata alam dan budaya yang kaya dengan potensi. UMKM berbasis kekayaan budaya lokal turut digalakkan sebagai pilar ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Namun, lanjutnya, pembangunan Sulbar masih menghadapi tantangan serius. Berdasarkan data Pemerintah Daerah dan BI, sembilan isu pokok perlu prioritas penyelesaian, terutama masalah kemiskinan yang masih tinggi, rendahnya kualitas SDM, serta pertumbuhan ekonomi yang belum merata. Pendekatan strategis berorientasi Iptek diharapkan menjadi solusi nyata mengatasi keterbatasan tersebut.

Konsinyering BI Sulbar yang dihadiri oleh jajaran pejabat Bank Indonesia Sulbar dan tim penyusun kajian strategis itu, menjadi ajang pemantapan sinergi lintas sektor untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan dinamika nasional dan global. Semua pemangku kepentingan berharap hasil kajian ini akan menjadi pedoman kuat bagi penyusunan program kerja daerah tahun-tahun mendatang. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat