Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Disdikbud Kutim Siapkan Rp 69 M untuk Insentif Guru Honorer 2026

Katinting.com, Sangatta — Kabar baik datang untuk ribuan tenaga pendidik non-ASN di Kutai Timur (Kutim). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim memastikan peningkatan insentif bagi guru honorer tetap menjadi prioritas dalam rencana kerja tahun 2026.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyebut pihaknya telah mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp 69 miliar untuk 3.700 guru honorer yang tersebar di sekolah negeri dan swasta di seluruh kecamatan.

“Yang pasti kami fokus pada tunjangan guru honorer. Itu yang paling utama dalam usulan tahun depan,” ujar Mulyono usai menghadiri rapat dengar pendapat di Sekretariat DPRD Kutim.

Ia menjelaskan, pemberian insentif dilakukan berdasarkan sistem zonasi sesuai tingkat kesulitan dan jarak wilayah kerja. Ada tujuh zona yang ditetapkan, dengan besaran insentif mulai Rp 1,275 juta hingga Rp 2,7 juta per bulan.

“Semakin jauh lokasinya, semakin besar tunjangannya. Untuk zona Kota Sangatta Rp 1,275 juta, sedangkan daerah seperti Telen, Sandaran, dan Busang lebih tinggi,” terangnya.

Program insentif bagi guru honorer ini bukan kebijakan baru. Sejak diluncurkan pada 2019, Disdikbud Kutim rutin melakukan evaluasi untuk menyesuaikan nilai bantuan sesuai kebutuhan lapangan dan kemampuan anggaran daerah.

“Dulu zona satu hanya Rp 875 ribu, sedangkan yang paling jauh Rp 1,7 juta. Sekarang meningkat agar lebih proporsional,” kata Mulyono.

Ia menegaskan, peningkatan kesejahteraan guru merupakan bagian dari strategi memperkuat mutu pendidikan dasar di Kutim. Selain memastikan pemerataan tenaga pengajar, kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi disparitas antara sekolah kota dan pedalaman.(Adv)

Share: