Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dari Estimasi 5,2 ke 7,3 Ha: Rapat Krusial Kebutuhan Lahan SPAM Polewali Mandar-Majene

Mamuju, Katinting.com —Air, sumber kehidupan yang tak ternilai, kini jadi panggilan sinergi bagi Sulawesi Barat. Pemerintah Provinsi Sulbar hadir dalam Rapat Koordinasi Kebutuhan Lahan SPAM Regional Polewali Mandar-Majene, digelar BPBPK Sulbar di kantornya, Senin (9/3/2026).

Mengikuti visi Gubernur Suhardi Duka soal pelayanan dasar prima, Kepala Bapperida Sulbar Drs. Amujib, MM—diwakili Perencana Ahli Muda Zuhriah AR Lery dan I Ketut Wibawa—komitmen dukung penuh. “Jaga kolaborasi, pastikan lahan siap sebagai pondasi sukses,” ajak Zuhriah, mewakili semangat arahan gubernur.

Dipimpin perwakilan BPBPK, rapat gali kepastian lahan dan pengadaan tanah untuk SPAM yang layani Polman-Majene. Sorotan: perbedaan hitungan lahan—BPBPK 5,2 hektare, Bapperida 7,3 hektare. Site utama urusan Pemprov, pembebasan offtaker dan pipa harus cepat agar proyek lancar.

“Pemprov target 1,5 hektare 2027 lewat RKPD, anggaran Rp2 miliar,” Zuhriah AR Lery. Dinas Perkim ungkap tiga tahap pengadaan: studi kelayakan, perencanaan, penetapan lokasi—lama 3-4 bulan, biaya Rp600-700 juta, dasar PP 19/2021 jo PP 39/2023. Atas 5 hektare urus BPN Wilayah, di bawahnya Pemda.

BPBPK kenalkan SIPETA untuk data Cipta Karya; Dirjen PU bilang ADB larang depresiasi penilaian lahan. Diskusi capai DED dan data kepemilikan tanah. “Info pemilik bidang masih kurang lengkap,” Zuhriah.

Peserta: Bapperida, PUPR, Perkim Sulbar. Kesepakatan bulat: perkuat koordinasi, siapkan lahan agar SPAM Regional guyur air bersih berkelanjutan ke Polewali Mandar-Majene. (*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat