Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bupati Sutinah Audiensi dengan KKP, Dorong Pengembangan SDM Nelayan dan Sektor Perikanan

Bupati Sutinah dan rombongan saat menyambangi KKP di Jakarta. (ist.)

Jakarta, Katinting.com – Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, terus berupaya mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perikanan, khususnya nelayan budidaya dan pengelola perikanan. Hal ini diwujudkan melalui audiensi bersama sejumlah pemangku kebijakan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berlangsung di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, pada 16 Januari 2025.

Audiensi yang telah dijadwalkan sebelumnya melalui surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Mamuju, nomor 400.1.6.4/1/2025, diterima oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP), Dr. I Nyoman Radiarta, bersama Kepala Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (KP), Yayan Hikmayani, M.Si, serta Plt. Kepala Balai Besar Pengolahan Produk dan Bioteknologi KP, Langgeng Nuridansah, M.Si.

Bupati Sutinah Suhardi, yang didampingi oleh Asisten 2 Sekretariat Daerah, Dr. Hj. Khatma Ahmad, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Mamuju, Basit, S.H, serta perwakilan BPSDM Sulbar, menyampaikan harapan agar Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat berperan aktif dalam mengembangkan SDM nelayan budidaya dan pengelola sektor perikanan di Kabupaten Mamuju. Daerah ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sektor unggulan.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Sutinah memberikan gambaran terkait kondisi geografis Kabupaten Mamuju yang terdiri dari 11 kecamatan. Sebanyak 9 kecamatan di antaranya berpotensi besar untuk pengembangan perikanan laut, sementara 2 kecamatan lainnya sangat cocok untuk perikanan budidaya. Oleh karena itu, ia berharap ada intervensi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kolaborasi dengan BPPSDM untuk mendorong kemajuan sektor ini.

Selain itu, Bupati Sutinah juga mengusulkan agar nelayan diberi bantuan berupa sertifikasi kecakapan. Sertifikasi ini menjadi syarat bagi nelayan yang menggunakan mesin perahu berkapasitas 5 GT ke atas agar dapat melaut secara sah dan terverifikasi. Saat ini, banyak nelayan di Mamuju yang telah menggunakan mesin dengan kapasitas tersebut, bahkan lebih besar dari standar yang ditetapkan.

Tak kalah penting, Bupati Sutinah juga meminta agar Kementerian Kelautan dan Perikanan menambah jumlah penyuluh perikanan di Mamuju. Saat ini, jumlah penyuluh yang ada hanya 14 orang, yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah nelayan dan pengusaha di sektor perikanan di Mamuju.

“Saya berharap pertemuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memprioritaskan Mamuju dalam pelaksanaan program-program yang dijalankan oleh Kementerian,” pungkas Bupati Sutinah Suhardi.

Dengan adanya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, diharapkan pengembangan sektor perikanan di daerah ini dapat berjalan lebih maksimal dan membawa manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat Mamuju. (Adve)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat