Warga Salulebbo, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, fose bersama di depan palang penutup aktivitas tambang ilegal. (dok Muhaimin Faisal untuk Katinting.com)
banner 728x90
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Tidak kurang dari 60 orang warga Salulebbo, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, melakukan penutupan kawasan tambang batu illegal. Penutupan berlangsung pada Sabtu (10/06), disejumlah titip pengambilan material perusahan tambang tanpa izin.

Warga memasang kayu palang menghadang sejumlah truck pengangkut material bahkan meminta semua kendaraan alat berat untuk meninggalkan lokasi pengerukan tambang batu di sekitar Sungai Salulebbo.

“Kami tutup aktivitas tambang di wilayah sungai ini, sebagai bentuk komitmen kami melindungi kerusakan lingkungan keserapahan investor penambang” teriak warga Salulebbo yang ikut melakukan penutupan lokasi tambang.

Warga lain bahkan menyampaikan bahwa penutupan tersebut akan berlangsung sampai pada semua perusahaan yang legal melakukan aktivitas tambang. Dan juga meminta kepada Polres Mamuju Tengah segera memproses laporan penambangan ilegal.

“Jadi penutupan ini akan berlangsung lama, sampai semua perusahaan mengantongi izin resmi, kami juga mendesak Polres Mamuju Tengah memproses laporan pelanggaran kejahatan pertambangan” pinta warga. (FhaturAnjasmara)

Bagikan

Comment