KATINTING.COM, Bontang – Rumah Layak Huni (RLH) program pemerintah kolaborasi dengan perusahaan di pertanyakan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang.
Lantaran, hingga saat ini dirinya belum ada menerima laporan mengenai progres RLH ini dari pemerintah.
“Kami belum mendapat laporan yang resmi dari pemerintah, bahwa perusahaan yang berkontribusi RLH belum nampak,” ujarnya di Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kamis (14/9/23).
Hal itu mendasari pertanyaan dari Atos, sapaan akrabnya. Sejauh ini dirinya menunggu data dari pemerintah, berapa warga yang menerima program RLH ini.
Dia juga meminta kepada pemerintah untuk tidak mempersulit persyaratan kepada warga yang mengajukan program RLH. Apalagi persyaratan berkas belum beres, namun langsung beralih ke pengajuan warga lain.
Program RLH diakui Atos memang diprioritaskan oleh keluarga miskin orang tua tunggal atau single parent.
“Sementara masyarakat baru ini bagaimana melengkap,” imbuhnya.
Merespon, Wali Kota Bontang Basri Rase menyampaikan kalau program RLH kolaborasi dengan perusahaan itu diberikan untuk seluruh daerah.
Untuk Kota Bontang sendiri sudah ada beberapa rumah yang dibangun. Dari tiga Kecamatan yang ada di Kota Bontang sudah dibangunkan RLH.
“Insyaallah tahun ini masih ada dilakukan,” ujarnya merespon pertanyaan Amir Tosina.






