Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Basuki Isnawan: Biliar Itu Olahraga, Bukan Gaya Hidup Negatif  

Katinting.com, Sangatta – “Selama niatnya olahraga, maka biliar adalah kegiatan positif.” Seruan ini datang dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur, Basuki Isnawan, yang menanggapi masih adanya stigma negatif terhadap olahraga biliar di masyarakat. Menurutnya, saatnya meninggalkan cara pandang lama dan memandang biliar sebagaimana mestinya: olahraga yang menuntut teknik, strategi, dan konsentrasi tinggi.

Dalam pernyataannya pada Minggu (16/11/2025), Basuki menegaskan bahwa biliar telah diakui sebagai cabang olahraga resmi, sama seperti cabor lain yang dipertandingkan di berbagai kejuaraan daerah hingga nasional. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat membuka mata dan berpikir lebih objektif terhadap olahraga ini.

“Kita melihatnya dengan cara berpikir positif. Ini bagian dari olahraga. Sepanjang olahraganya niatnya baik, pasti jadinya positif,” kata Basuki.

Ia menekankan bahwa semua kegiatan—termasuk olahraga apa pun—dapat disalahgunakan jika tidak dilandasi niat yang baik. Karenanya, bukan olahraga biliar yang harus disalahkan, melainkan cara pandang terhadapnya yang perlu diperbaiki.

“Bukan hanya biliar. Olahraga apa saja kalau niatnya tidak baik, ya tidak akan baik,” tambahnya.

Basuki juga menyoroti bahwa biliar mengasah fokus dan strategi layaknya catur atau e-sport, yang dulu juga sempat dipandang remeh. Ia mencontohkan perubahan persepsi terhadap permainan Mobile Legends yang kini masuk kategori e-sport resmi.

“Mobile Legends dulu hanya dianggap hobi. Sekarang jadi cabang resmi e-sport. Sama seperti biliar, tinggal bagaimana kita menyikapinya,” ungkapnya.

Menurutnya, tempat bermain biliar masa kini juga sudah jauh berbeda. Dengan fasilitas profesional dan lingkungan yang positif, venue seperti Fourty Five Biliar hadir sebagai pusat olahraga, bukan tempat berkegiatan negatif.

“Kita datang ke sini untuk olahraga. Tidak ada embel-embel lain di belakangnya,” jelas Basuki.

Ia pun menegaskan komitmen pemerintah dalam memberi edukasi kepada publik dan menghapus citra buruk terhadap biliar. Terlebih, Kutai Timur memiliki banyak bibit atlet muda yang berprestasi melalui cabang ini.

“Kalau dilihat dari prestasi, banyak atlet kita yang berkembang dari cabang ini. Jadi jangan lagi dipandang miring,” ucapnya.

Basuki berharap masyarakat Kutim mulai menerima biliar sebagai olahraga yang layak diapresiasi, baik sebagai media pembinaan, kesehatan, maupun sarana prestasi. (ADV).

Share: