Penyerahan dokumen invertarisasi masalah soal RTRW
banner 728x90

Pasangkayu, Katinting.com – Badan Pembentukan Perda DPRD bersama dinas PUPR Pasangkayu membahas rencana jalur kereta api.

Rencananya, jalur kereta api yang menghubungkan antar provinsi di Sulawesi itu akan membelah kota Pasangkayu dengan lebar tak kurang dari 50 meter.

Jika itu terjadi, maka tak menutup kemungkinan pekarangan Masjid Al Madaniah dan kompleks perkantoran di sebelahnya akan terbongkar. Karena, di situ salah satu titik kordinat.

Selain itu, sebagian pemukiman warga juga bisa tergusur dampak dari pembangunan jaringan transportasi kereta api.

Makanya, anggota Bapemperda Nasruddin menilai, agar persoalan ini perlu pembahasan secara intens agar tak ada warga yang dirugikan.

“Saya mengusulkan, agar rencana jalur itu bisa dikaji kembali. Karena, banyak titik (lahan) alternatif yang bisa digunakan tanpa mengorbankan warga sekitar,” usul Nasar.

Kabid Penataan Ruang PUPR Pasangkayu, Herry Munier mengkau, pihaknya akan merencanakan sebaik mungkin, agar rencana pembangunan ke depan tidak mendapat banyak kendala dihadapi.

Menurut Hery, meski pun rencana tertuang dalam desain rencana induk perkeretaapian nasional, tapi mereka harus memperhatikan eksisting yang ada sekarang.

“Jadi otomatis, terkait ini akan ada review-review ke depan,” tutur Herry saat rapat di ruang aspirasi gedung DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, 15 Agustus 2022.

Kata Herman Yunus selaku ketua Bapemperda DPRD Pasangkayu, ini rencana jangka panjang.

“Ini rencana jangka panjang, 10-20 tahun yang akan datang. Tapi, sekarang kami bahas soal RTRW (rencana tata ruang wilayah),” kata bung HY, ia akrab disapa.

Ini pembahasan kesekian kali. Kini penyerahan daftar inventaris masalah. Bila semua telah disepakati, maka akan diparipurnakan tidak lama lagi.

Arham Bustaman

Bagikan

Comment