Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bantuan Rumah untuk Anak Penderita Hidrosefalus di Desa Mesakada Ternyata dari Kemensos, Bukan Pemda Mamasa

Pembangunan rumah untuk penderita hidrosefalus di Desa Mesakada.

Mamasa, Katinting.com –  Bantuan rumah untuk anak penderita hidrosefalus di Desa Mesakada, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, ternyata merupakan program dari Kementerian Sosial (Kemensos), bukan dari Pemerintah Kabupaten Mamasa. Bantuan ini diberikan melalui program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) yang diinisiasi oleh Direktorat Jaminan Sosial Kemensos.

“Jadi, itu program bernama Rumah Sejahtera Terpadu (RST), program dari Kementerian Sosial melalui Direktorat Jaminan Sosial,” ujar Yohanis, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (26/8).

Yohanis menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan kepada keluarga Piter Sapu di Desa Mesakada, setelah dilakukan asesmen oleh tim dari Kemensos untuk menilai kebutuhan keluarga tersebut. Hasil asesmen menunjukkan bahwa Piter tinggal di rumah yang sangat memprihatinkan bersama anaknya, Seprianto, yang menderita hidrosefalus dan polio, menyebabkan kecacatan yang dialami hingga saat ini.

“Setelah asesmen awal oleh tim dari Kemensos terhadap Bapak Piter, ditemukan bahwa beliau tinggal di rumah yang sangat memprihatinkan bersama anaknya yang menderita hidrosefalus dan polio,” jelas Yohanis.

Sebagai salah satu bentuk intervensi, Kemensos memberikan Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) untuk Piter dengan anggaran sebesar 20 juta rupiah. Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening penerima untuk digunakan membeli material pembangunan rumah. Sementara itu, pekerjaan pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.

Sekretaris Desa Mesakada, Julias, menyatakan bahwa pemerintah desa telah membantu dalam pembangunan rumah tersebut, termasuk mengadakan gotong royong dan donasi bahan bangunan seperti kayu, yang sebagian besar disumbangkan oleh kepala desa.

“Kami sudah berusaha untuk membangun rumah bagi anak ini, bahkan kami bergotong royong untuk membangunnya. Bahan bangunan berupa kayu juga kami donasikan, khususnya kepala desa yang telah menghibahkan kayunya untuk Seprianto,” ungkap Julias.

Julias juga mengonfirmasi bahwa bantuan tersebut berasal dari Kemensos, bukan dari Pemda Mamasa.

“Saya dengar itu dari Kementerian Sosial, bukan dari Pemda Mamasa,” tandasnya.

(Saldi)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat