Mamuju, Katinting.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat kemitraan strategis dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulbar dalam sebuah audiensi, Selasa (16/12).
BACA JUGA: Program 3 Juta Rumah Jadi Senjata Baru Lawan Inflasi, Daerah Sulbar Diuji Komitmen
Kolaborasi ini bertujuan menyinergikan kebijakan guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, sejalan dengan fokus kepemimpinan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Darwis Damir, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci menjawab tantangan pembangunan, terutama pada tiga isu mendasar: pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas SDM.
“Ketiga isu ini saling berkaitan. Pertumbuhan ekonomi yang belum optimal berdampak pada kemiskinan, sementara SDM yang kurang mumpuni menghambat percepatan pembangunan,” ujar Darwis Damir, Bapperida Sulbar.
Kepala Perwakilan BI Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho, menyatakan kesiapan BI untuk berkolaborasi, dengan fokus pada tiga pilar utama: penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan ekspor. BI saat ini sedang menyusun blueprint pengembangan ekonomi daerah yang akan memetakan potensi komoditas unggulan dan menetapkan proyek percontohan, khususnya di sektor pangan dan UMKM.
Menanggapi hal tersebut, Bapperida mengusulkan empat strategi kolaborasi konkret:
- Sinkronisasi program antara APBD dan inisiatif BI.
- Penguatan koordinasi lintas lembaga.
- Peningkatan kualitas dan pemetaan SDM.
- Penguatan komitmen bersama dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Sebagai langkah awal, BI mengusulkan penyelenggaraan workshop perumusan strategi pengembangan ekonomi daerah. Rencana program dan anggaran kolaborasi diharapkan dapat ditetapkan pada minggu kedua Januari 2026. Melalui sinergi ini, kedua institusi berkomitmen mendorong terciptanya ekonomi Sulbar yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (*)






