Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sinergi Tata Kelola Aset Pendidikan, BPKAD Sulbar Percepat Penyelesaian Status

Mamuju, Katinting.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Kepala Bidang Barang Milik Daerah (BMD), Muhammad, didampingi Penata Layanan Operasional Rasmadi, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) secara virtual terkait pengelolaan aset bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sinergi lintas perangkat daerah dalam rangka penataan dan optimalisasi pengelolaan aset daerah, khususnya yang berkaitan dengan sektor pendidikan. Hal ini sejalan dari upaya mewujudkan misi kelima Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.

Dalam rakor tersebut, dibahas sejumlah hal teknis terkait penatausahaan, pemanfaatan, serta penyelesaian status aset yang digunakan oleh satuan pendidikan, termasuk proses inventarisasi, validasi data, hingga mekanisme serah terima aset antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

Kepala Bidang BMD, Muhammad, menjelaskan bahwa koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh aset daerah tercatat secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Melalui rakor ini, kami mendorong percepatan penyelesaian status aset, khususnya aset pendidikan yang masih memerlukan penegasan kepemilikan. Selain itu, kami juga menekankan pentingnya pemutakhiran data aset secara berkala melalui sistem informasi yang terintegrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengelolaan aset yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan, karena aset yang tertata dengan baik dapat dimanfaatkan secara optimal.

BPKAD Provinsi Sulawesi Barat akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pengelolaan BMD berjalan efektif, efisien, dan akuntabel. (*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat