Mamuju Tengah, Katinting.com – Pemkab Mamuju Tengah lewat TP2DD-nya tak henti menabuh genderang revolusi digital, terutama di ranah keuangan daerah. Kini, tujuh dari sepuluh penerimaan pajak telah lepas dari pegangan uang kertas, menjadikan daerah ini pelopor transformasi.
Puncaknya, TP2DD Mamuju Tengah ikut serta dalam Pelatihan dan Bimbingan Input Evaluasi Kinerja (Championship) TP2DD Sulawesi Barat di Mamuju, Selasa (14/4/2026). Arena ini jadi ajang mengasah ketajaman laporan dan skor digitalisasi.
“Fokus asistensi pada input data kinerja digital, utamanya pendapatan non-tunai,” ungkap Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan BPKPAD Mamuju Tengah, Suharjang. “Kami benahi indikator penilaian Championship, cek kedalaman migrasi transaksi daerah ke platform digital.”
Mamuju Tengah bukan pendatang baru di panggung nasional. Penghargaan Rookie of the Year pernah mereka rengkuh atas kecepatan adopsi digital keuangan. Penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di pemerintahan daerah pun pecahkan rekor tertinggi Sulbar, sinyal inovasi yang membara.
Tapi, realitas lapangan menyisakan PR: di desa-desa, tunai masih merajai, khususnya PBB-P2. “Kurangnya literasi teknologi penyebabnya. Kami gencarkan bimbingan dan kampanye agar gelombang digital menyentuh pelosok,” papar Suharjang.
Semua ini hasil kolaborasi rapat perangkat daerah, dari BPKPAD hingga Diskominfo di bawah TP2DD. Kegiatan ini diproyeksikan tingkatkan rapor kinerja, incar gelar nasional lagi, dan pupuk pengelolaan keuangan yang jernih, lincah, serta bertanggung jawab. (Adv/Fhatur Anjasmara)






