Mamuju, Katinting.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersikap tegas mempercepat pengajuan pembangunan jembatan penyeberangan untuk pelajar di wilayah terpencil. Plt. Kepala Bapperda Sulbar, Darwis Damir, mendampingi Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) usulan jembatan penyeberangan ke unit pendidikan yang diselenggarakan secara hybrid pada Selasa (02/12).
Rakor ini melibatkan berbagai perangkat daerah, termasuk Bappeda, Dinas PUPR, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dari enam kabupaten di Sulawesi Barat, sebagai langkah nyata menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tentang pentingnya pemenuhan akses penyeberangan bagi pelajar di daerah terisolasi.
Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bergerak cepat menyusun dan mengajukan usulan demi memenuhi kebutuhan pendidikan yang layak. “Akses pendidikan di kawasan terisolir harus segera diperbaiki melalui dukungan pemerintah pusat,” tegasnya.
Plt. Kepala Bapperda Sulbar, Darwis Damir, menambahkan bahwa percepatan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Ia menegaskan, “Usulan harus segera diajukan, jangan menunggu tenggat waktu 4 Desember. Jika memungkinkan, kami akan sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri pada 3 Desember.”
Melalui rakor ini, Pemprov Sulbar berkomitmen mempercepat penyediaan akses pendidikan yang aman dan layak, khususnya di wilayah yang selama ini masih bergantung pada jembatan darurat dan penyeberangan tradisional. Pemerintah berharap langkah ini meningkatkan keselamatan dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh kabupaten Sulawesi Barat.
Mamasa ████████████████████████████ 42 Unit
Mamuju ████████████████████ 36 Unit
Polewali Mandar █████████████ 28 Unit
Mamuju Tengah ██████ 17 Unit
Pasangkayu ██ 9 Unit
(Sumber Data; Bapperida Sulbar)
(*/Fhatur Anjasmara)






