Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Wagub Sulbar Hadiri Maulid Nabi dan Haul Abuya Alawi Almaliki di Polewali Mandar, Tekankan Teladan Rasul dan Ulama

Polewali Mandar, Katinting.com – Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, menghadiri secara langsung peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul Abuya Sayyid Mohammad Alawi Almaliki Syekh KH Muhammad Saleh Hida. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di halaman Masjid Firdaus Syekh KH Muhammad Shaleh, Pambusuang, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, pada Minggu (2/11).

BACA JUGA: Maulid Akbar di Polman, Momentum Perkuat Iman dan Cinta Kepada Rasulullah SAW

Kegiatan keagamaan yang dihadiri ribuan santri, ulama, dan masyarakat dari berbagai daerah ini menjadi momen untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menghormati jasa-jasa ulama.

Dalam sambutannya, pasangan Gubernur Sulbar Suhardi Duka ini menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar ritual, melainkan momentum untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Keteladanan Rasulullah adalah sumber inspirasi bagi kita semua. Begitu pula dengan para ulama yang telah berjuang menjaga nilai-nilai Islam di tanah Mandar. Haul ini menjadi pengingat agar kita terus melanjutkan perjuangan mereka dengan ilmu, amal, dan keikhlasan,” ujar Wagub Salim.

Ia menambahkan, haul para ulama bukan hanya tradisi tahunan, melainkan wujud penghormatan atas jasa besar mereka dalam membangun peradaban dan pendidikan umat.

“Para ulama telah meninggalkan warisan besar, bukan berupa harta, tapi ilmu, keteladanan, dan nilai-nilai kebaikan. Haul ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mendoakan mereka sekaligus meneguhkan komitmen melanjutkan perjuangan dakwah yang penuh keikhlasan,” tambahnya.

Acara berlangsung penuh kekhusyukan, diwarnai lantunan selawat dan pembacaan riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rangkaian haul juga menjadi momen untuk mengenang jasa besar ulama dalam menegakkan dakwah Islam dan membina generasi muda yang berakhlak.

Mengakhiri sambutannya, Wagub Sulbar mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kita jadikan peringatan ini sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat iman. Dengan meneladani Nabi dan para ulama, kita akan mampu menjaga Sulawesi Barat sebagai daerah yang religius, rukun, dan damai,” tutupnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan jamuan sederhana, yang semakin mempererat kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. (*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat