
Mamasa, Katinting.com – Mamasa merupakan satu-satunya kabupaten di Sulawesi Barat (Sulbar) yang wilayahnya sebagian besar berada di atas pegunungan.
Meski begitu, Kabupaten Mamasa merupakan destinasi utama Pariwisata di Provinsi Sulawesi Barat. Itu dikarenakan daerah yang berbatasan dengan Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini memiliki sejumlah potensi wisata alam serta kaya dengan budaya dan adat istiadatnya.
Jika sedang berada di Kabupaten Mamasa, ada beberapa destinasi wisata bisa Anda kunjungi. Aksesnya pun lumayan mudah untuk dijangku.
Berikut beberapa rekomendasi wisata yang bisa Anda kunjungi ketika berada di Mamasa, yang dihimpun oleh Katinting.com.
- Desa Wisata Tondok Bakaru

Hanya berjarak 1 kilometer dari pusat kota Kabupaten Mamasa, di Desa Tondok Bakaru ada banyak sekali spot wisata bisa dikunjungi seperti, Sawah dan Orchid (Sawo) Tonbar Orchid, Wisata Chitoll, wisata villa Edelweiss, Lantang Mamase, wisata Andra, objek wisata hutan pinus Lenong, objek wisata RIAN dan objek wisata TAS dan Wisata Digital Kampung Natal.
Dimana rata-rata objek wisata ini menawarkan keindahan hemparan sawah yang luas yang dikelilingi pegunungan. Selain itu Anda juga akan mendapati tanaman anggrek dengan berbagai macam spesiesnya.

- Rumah Adat Mamasa

Tak hanya menwarkan panora alamnya, Mamasa juga memiliki banua atau rumah adat tradisional khas masyarakat Mamasa yang kaya dengan pesan-pesan dan filosofi hidup orang Mamasa.
Bertempat di Desa Tawalian, Kecamatan Tawalian, merupakan salah satu daerah yang mayoritas penduduknya masih menjaga kelestarian rumah tradisional khas Mamasa.
Beberapa rumah tradsional di wilayah ini tampak masih berdiri kokoh meski telah mengalami pemugaran hingga beberapa ornamennya sudah berubah bentuk.
Tidak semua rumah adat Mamasa memiliki ornamen ukiran. Rumah adat yang diberi ukiran pun motif ukirannya berbeda. Dengan melihat jenis dan motif ukiran yang terpasang di setiap sisi rumah adat Mamasa, Anda bisa membedakan tingkat kemampuan ekonomi dan strata sosial dari pemilik rumah bersangkutan.
Dalam sejarahnya, rumah tradisonal Mamasa terbagi atas empat jenis tingkatan sesuai dengan strata sosial masyarakatnya.
Yang pertama adalah banua layuk atau rumah tinggi yang biasanya dimiliki oleh ketua adat, banua sura atau rumah ukir untuk para bangsawan, banua bolong atau rumah hitam untuk para kesatria, banua rapa yang biasanya dimiliki masyarakat biasa.
- Pohon Pinus Salukodo

Hutan pinus Salukodo juga salah satu wisata yang sangat mudah dijangkau karena jarak menuju lokasi ini sangatlah dekat dari berada pusat kota Kabupaten Mamasa.
Pohon pinus Salukodo ini adalah salah satu Tempat Instagramable. Keindahan yang terdapat dan ditawargan di tempat ini, adalah deretan pohon pinus yang indah. Apalagi udara yang ada disini sangat sejuk.
- Patung Bunda Maria

Untuk Wisata Religi, Mamasa juga punya. Terletak di bukit Pena’ Kecamatan Balla, pengunjung akan mendapati Patung Bunda Maria.
Tinggi Patung Bunda Maria ini diperkirakan sekitar 30 meter lebih bila diukur dari landasan kaki sampai di kepala Patung. Itulah sebabnya mengapa patung ini diyakini sebagai patung Bunda Maria yang tertinggi di Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Patung Bunda Maria ini juga dijadikan sebagai salah satu obyek wisata di Mamasa. Setiap hari-hari libur akhir pekan atau hari libur nasional, banyak wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang datang untuk berwisata ke tempat ini.
- Negeri Diatas Awan Buntu Liarra

Untuk menuju Buntu Liarra, bisa ditempuh dengan perjalanan darat dari Mamuju, ibu kota Sulawesi Barat ke Kabupaten Mamasa yang berjarak 125 kilometer.
Dari Kota Mamasa, selanjutnya wisatawan akan menempuh perjalanan darat sekitar 20 menit dengan kendaraan roda dua menuju Desa Balla Peu, Kecamatan Balla, yang merupakan titik awal untuk melakukan pendakian ke Buntu Liarra.
Dari tempat ini, wisatawan akan disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan dengan gumpalan awan putih yang terlihat dari puncak gunung.
Hanya saja, akses jalan ke Mamasa belum cukup memadai dengan kondisi jalan yang belum diaspal dan kadang tertutup longsor karena melintasi tebing.
- Wisata Kain Tenun

Mamasa juga adalah satu daerah penghasil kain tenun. Meski belum terkenal seperti tenun Toraja, namun kain tenunan yang berasal dari daerah Mamasa ini memiliki motif atau partikular yang berkarakter dan menjadi ciri khas tersendiri.
Jika berkunjung ke Kecamtan Balla, dengan mudah anda akan menemui masyarakat yang tengah menenun. Itu dikarenakan warga sudah di arahkan untuk tetap melestarikan kain tenun Mamasa. Biasanya kain tenun ini di pakai untuk upacara kematian, dan Setiap jenazah menggunakan paling tidak sepuluh lembar kain tenun. Kain ini memang cukup mahal harganya, karena masih dilestarikan.
- Air Terjun Liawan

Dan yang terakhir, wisata air terjun. Dari sekian banyak air terjun yang ada di Kabupaten Mamasa, hanya beberapa wisata Air terjun yaang mudah dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda empat. Salah satunya wisata air terjun Liawan di Kecamatan Sumarorong.
Destinasi wisata ini telah dikelola secara profesional dan fasilitasnya pun dibenahi. Lokasinya yang tak jauh dari jalan poros Mamasa-Polewali Mandar membuat Air Terjun Liawan yang terletak di Dusun Liawan, Desa Tadisi ini makin diminati wisatawan.
Air Terjun Liawan memiliki ketinggian mencapai 40 meter lebih. Selain menikmati keindahan Air Terjun Liawan, pengujung juga dapat berenang menikmati segarnya air yang asalnya dari hutan asli pegunugan Mamasa.
Destinasi wisata ini juga dilengkapi beberapa fasilitas penunjang bagi wisatawan, mulai dari rumah pohon, vila, ruang ganti serta penginapan bagi wisatawan yang hendak menginap dan menghabiskan waktu liburannya di tempat ini. Pengelola juga menyediakan aula pertemuan untuk pengunjung ataupun instansi yang ingin melaksanakan kegiatan sekaligus berwisata di tempat ini.
(Zulkifli)






