Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Penjaga Tradisi Kecapi Akan Tampil di TBM Malam Ini

Polman, Katinting.com – Menempuh perjalanan sekitar 152 kilometer, Suna dan tim meninggalkan Mamuju pada Kamis (9/7) menuju Buttu Ciping, Taman Budaya Mandar (TBM) di Tinambung, Polewali Mandar. Mereka datang membawa satu tujuan, menjaga dan menegaskan kembali eksistensi tradisi pemetik kecapi Manakarra.

Suna, yang dikenal setia memelihara seni kecapi tanpa pamrih, tiba di arena dengan kesederhanaan yang kontras dengan megahnya panggung. Meski kini calon pemetik kecapi makin jarang ditemui di Bumi Manakarra, ia tetap teguh pada petikan yang menjadi bahasa warisannya.

Di lokasi acara, Suna dan rombongan disambut sejumlah pelaku seni dan sastra. Pertemuan itu dianggap sebagai ruang pertemuan antar-generasi—sebuah pelepasan rindu sekaligus kilas balik terhadap jejak seni tradisional yang menautkan masa lalu dan masa kini.
“Tentu ini momentum bernilai bagi kami para pelaku seni; pertemuan ini seperti kilas balik lintas generasi pelaku dan pelestari seni tradisional,” kata Asmadi Taro, yang juga literal Kacaping

Asmadi, yang karya-karyanya kerap mengangkat tema sosial dan lingkungan, menilai kehadiran Suna sebagai simbol peradaban lama yang masih bertahan di tengah arus digitalisasi seni. Menurutnya, penampilan Suna pada Mandar Music Ethno Concert perlu didokumentasikan secara faktual.
“Agar ada bahan riset bagi generasi yang ingin menjejak peradaban kecapi di Bumi Malaqbi’ umumnya dan Mamuju khususnya. Bila tidak terdokumentasi dengan baik, warisan ini berisiko hilang,” ujar Asmadi.

Lebih jauh ia berharap dokumentasi dan tontonan itu dapat menjadi pemantik semangat generasi muda untuk belajar kecapi, sehingga kelak muncul penerus Suna. “Ini upaya membangkitkan gairah mencipta generasi pemetik kecapi setelah Suna,” pungkasnya.
(Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat