banner 728x90

Ketua DPRD Pasangkayu Kesal Tim Gugus Tak Maksimal

banner 728x90

Ketua DPRD Pasangkayu Kesal Tim Gugus Tak Maksimal

Pasangkayu, Katinting.com – Ketua DPRD Pasangkayu, Alwiaty menyesalkan pemda Pasangkayu yang dianggap belum maksimal menggunakan anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk penanganan dan pencegahan covid-19 di daerah ini.

Anggaran tersebut direfocusing dari tiap OPD pemda Pasangkayu, Sulawesi Barat. Dari Rp106 miliar, sekira baru Rp6 miliar yang terealisasi atau enam persen dari total anggaran.

Kurangnya serapan anggaran ini menjadi sorotan ketua DPRD Pasangkayu. Ia mengaku heran terhadap kinerja tim gugus yang diketuai bupati Pasangkayu itu dalam penanggulangan covid-19 selama ini.

Sebab, di daerah lain menurut Alwiaty, serapan anggaran sudah ada yang melampaui 50 persen. Lalu, ia pertanyakan bagaimana menghabiskan anggaran tersebut dengan sisa waktu hanya tinggal tiga bulan.

“Anggaran begitu besar, tapi anehnya (tim gugus), biar alat tes swab belum ada dibeli. Harganya cuma 2-3 miliiar. Daerah lain sudah beli. Dokter kita ada, lalu apalagi,” nadanya bertanya.

Ia juga mengkritik soal tidak adanya ketersediaan pembungkus dan peti jenazah di RSUD Ako (Pasangkayu), sedang salah satu pasien positif corona meninggal dunia saat dirawat di sana.

“Pembungkus jenazah saja masih menunggu dari Palu (Sulteng). Padahal, kita sudah menangani ini (virus korona) sudah berbulan-bulan. Tapi ternyata, mereka tidak punya persiapan,”  kesal Awiaty.

Anggaran lebih Rp100 miliar, kata Alwiaty, hanya ditidurkan (diendap). Iapun menyampaikan, cukup prihatin melihat kondisi penanganan covid-19 yang dilakukan tim gugus.

Yang membuat ia tambah bingung, kerena SKBS tetap dilakukan pungutan. Padahal mestinya, lanjut Alwiaty, dana yang terendap itu bisa digunakan membantu warga khususnya yang kurang mampu.

Ia juga mengkritik tim gugus yang hanya menyiapkan rumah nelayan sebagai sarana isolasi bagi pasien positif. Harusnya, kata dia, tempatnya harus aman dan nyaman, minimal dikontrakan hotel seperti daerah lain.

Kepada tim gugus, ia menyarankan agar membeli mobil sebagai sarana bergerak (sarana mobile) untuk penanganan covid-19 secara cepat.

Ia juga ingin, agar bantuan beras bagi warga kurang mampu, diganti dengan uang tunai. “Semua ini, kita lakukan demi kebaikan warga kita,” pungkasnya di kantor DPRD Pasangkayu, Jumat, 25 September 2020.

Arham Bustaman

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Ketua DPRD Pasangkayu Kesal Tim Gugus Tak Maksimal"