banner 728x90

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN & HARI RAYA IDUL FITRI

Tidak ada komentar 290 views
banner 728x90

Gambar Ilustrasi. (Sumber Kompasiana)

Oleh : *Anton Ranteallo, SS, M.Pd., Penyuluh Agama Kemenag Mamuju

Tahun ini umat Kristiani dan umat Islam merayakan hari raya besar keagamaan masing-masing pada hari yang sama (Kamis,13/5). Momen yang sungguh luar biasa menjadi kesempatan untuk merenungkan betapa besar kemuliaan Tuhan bagi umat-Nya untuk selalu berdamai dan bersahabat. Lantaran Pandemi covid-19 kedua perayaan besar keagamaan ini tidak bisa dirayakan secara meriah bahkan Mudik (mule udik) pun tidak boleh demi memutus mata rantai virus korona. Home sick, istilah untuk kerinduan akan keluarga sanak saudara di kampung hanya bisa dalam angan dan doa semoga tahun depan bisa bertemu mereka secara langsung.

Refleksi umat akan makna kenaikan Yesus ke surga dan Idul Fitri ini dari tahun ke tahun mesti mengalami makna yang semakin dalam. Namun untuk sampai pada refleksi ini, kita harus melihat dari terminologi dari kedua makna perayaan ini. Bagi umat Kristiani, Hari Raya Kenaikan Tuhan ke surga dilihat dari seluruh proses kehidupan Yesus sejak lahir hingga kenaikan-Nya ke surga. Hidup Yesus harus dilihat dalam satu rangkaian peristiwa suci yang dimahkotai dengan kebangkitan dari kematian. Ia naik ke surga 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Jadi ada 4 peristiwa pokok dalam perjalanan Yesus di muka bumi ini. Pertama Kelahiran Kristus. Kedua, Wafat Kristus. Ketiga, kebangkititan Yesus dan yang keempat Kenaikan Yesus ke surga.

Setidaknya ada 2 pesan iman yang dapat kita refleksikan dari peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga. Pertama, dengan peristiwa kenaikan Yesus ke surga ini, kita diajak untuk tidak takut dan kuatir diutus menjadi perpanjangan Tuhan melanjutkan karya-karya-Nya. Menjadi garam dan terang bagi sesama, berbuat kasih tanpa pamrih. Sebelum Yesus terangkat ke surga, Dia mengangkat tangan-Nya dan memberkati murid-murid-Nya. Yesus berjanji tidak akan meninggalkan murid-murid-Nya (baca: kita) dan akan terus menyertai umat.

Kiranya dengan memahami pesan iman dari peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, umat Kristiani semakin diteguhkan dalam mengemban misi Tuhan baik dalam pekerjaan, keluarga maupun pelayanan. Berani mewartakan kebaikan dan cinta kasih kepada sesama di manapun berada.

Pada masa Pandemi Covid-19 ini peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke surga semakin meneguhkan iman umat Kristiani akan Yesus untuk selalu meneladani Dia dalam kehidupan sehari-hari. Umat semakin diteguhkan untuk selalu berbuat baik, peduli kepada sesama serta menerapkan ajaran-ajaran cinta kasih dalam setiap kehidupan.

Kenaikan Yesus ke surga adalah bukti konkret adanya kehidupan setelah kematian sehingga hal ini memberi penjelasan secara umum bahwa segala yang ada di bumi bersifat sementara. Kenaikan Yesus ke surga mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak hidup dalam kenikmatan duniawi belaka tapi lebih memperhatikan kehidupan spiritual.

Dampak Kenaikan Yesus ke surga secara umum adalah setiap umat beragama semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan naiknya Yesus ke surga memberikan bukti konkret yang umum bagi semua umat manusia mengenai kehidupan setelah kematian, after life. Semua agama pun menyadari bahwa bumi tempat tinggal kita hanyalah tempat sementara, suatu saat semua manusia juga akan meninggalkan dunia ini dan menghadap tahta pengadilan agung (Pengadilan putih) di alam baka nanti di mana setiap perbuatan kita di dunia akan diperhitungkan.

Dampak kenaikan Yesus kristus ke surga sendiri bagi umat Kristiani bahwa Yesus sebelum terangkat ke surga berpesan kepada murid-murid-Nya untuk tetap tinggal di Yerusalem karena Dia akan mengirimkan penghibur yakni Roh kudus dan saat mereka menerima Roh kudus itu, mereka memiliki kuasa untuk bersabda dan mulai berani untuk “go public” menyampaikan pengajaran-pengajaran Kristus yang telah mereka dapat sampai ke ujung bumi.

Di hari Idul Fitri ini, umat Muslim merefleksikan kembali kepada fitrahnya ia akan memiliki sikap tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu Islam, ia tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepadanya kita memohon. Dalam kehidupan sehari-hari ia akan selalu berbuat dan berkata yang benar, walau kaana murron meskipun perkataan itu pahit. Tetap berlaku sebagai hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya.

Maka bila tahun ini dua perayaan besar keagamaan: Kristen dan Islam terjadi pada hari yang sama itu berarti semua umat mengarahkan pandangan dan doa kepada Tuhan yang Maha baik memohon berkat dan ridho-Nya. Kita pun yakin bahwa Tuhan akan memberikan rahkat keselamatan bagi semua umat yang berkenan kepadaNya. Umat rukun kehidupan bermasyarakat berjalan aman dan damai.

Jadi umat Kristen dan Islam berasal dari sumber yang sama dan berjumpa dalam bumi yang sama tapi menjalankan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing yang semuanya mengarah pada satu tujuan juga, Allah yang Kekal dan Kuasa. Mari kita semua menjadi berat bagi sesama. Karena mengasihi sesama berarti mengasihi Tuhan sendiri, dimana Tuhan hadir di dalam diri setiap orang. Selamat Hari Raya Kenaikan Tuhan dan Selamat Hari Raya Idul Fitri1442 Hijriah. (*)

Anton Ranteallo, SS, M.Pd., Penyuluh Agama Kemenag Mamuju.

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "HARI RAYA KENAIKAN TUHAN & HARI RAYA IDUL FITRI"