banner 728x90

Direktur RSUD Ako dan Sekda Pasangkayu Beda Faham Soal Bantuan APD

banner 728x90

Contoh Alat Pelindung Diri (APD), (Sumber Foto Int)

Pasangkayu, Katinting.com – Bantuan APD yang dipertanyakan salah satu anggota DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, Yani Pepi Adriani dapat jawaban yang berbeda dari pihak RSUD Ako dan ketua gugus covid-19.

Sebelumnya Yani, melalui media, 2 April 2020, mempertanyakan bantuan APD dari BNPB yang lambat diserahkan ke RSUD. Padahal, di sejumlah puskesmas sudah lebih dahulu tersalurkan.

Lewat pesan singkat, Yani menyampaikan, RSUD Ako belum dapat APD, malah puskesmas yang diprioritaskan.

Itu disampaikan Yani bukan tanpa alasan. Sebab, itu ia khawatirkan jika tenaga medis RSUD Ako mogok kerja, karena tidak kebagian APD.

Direktur RSUD Ako, dr. Welly Patana Salu melalui sambungan telpon, Jumat, 3 April 2020, membenarkan pernyataan Yani, bahwa RSUD Ako belum dapat bantuan APD. Pasalnya, memang belum diserahkan saat itu.

Berdasarkan kronologi, ia sampaikan, sehari sebelum pihak RSUD Ako mendapat bantuan APD, ia mendapat informasi dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) mengenai bantuan APD dari BNPB untuk rumah sakit.

Lalu, ia secara iseng menyampaikan kepada salah satu anggota DPRD Pasangkayu. Tak lama berselang, APD sebanyak 10 pcs diantar langsung kepala BPBD Pasangkayu ditemani anggota DPRD Pasangkayu dan kepala Dinkes, Rabu, 1 April 2020.

Puskesmas yang menjadi prioritas untuk penanganan corona, iapun menyebut baru tahu informasi soal itu setelah dijelaskan ketua tim covid-19.

Bahkan, itu ia sempat protes. Meski begitu pihaknya tetap ingin kerjasama dengan semua pihak. Ia juga berharap jika ada bantuan seperti itu, jangan RSUD disepelekan.

dr. Welly memaparkan, untuk penanganan satu pasien corona, diperlukan sedikitnya lima pasang APD sekali pakai. Jadi, untuk sebagai persiapan untuk menangani sejumlah pasien, banyak pula dibutuhkan APD.

Covid-19, lanjut dokter spesialis bedah itu, harus ditengani seluruh elemen masyarakat dan tidak membatasi orang untuk terlibat, sebab virus ini sudah mewabah di mana-mana.

Di hari yang sama, Sekda Pasangkayu, Firman, saat ditanya soal puskesmas yang menjadi prioritas penanganan corona, ia menjawab tidak ada yang diprioritaskan antara rumah sakit dan puskesmas.

Dan menurut ketua tim gugus covid-19 Pasangkayu ini, pernyataan itu kurang benar. Karena dari awal pembentukan tim gugus sudah merencanakan secara menyeluruh agar pengananan pencegahan corona dapat maksimal.

Lanjut dia, sebagai pencegahan, APD dari BNPB diberikan ke sejumlah Puskesmas, alasannya karena puskesmas sebagai pelayanan dasar yang terdekat dari ODP. Sebab ODP saban hari makin meningkat.

Sesuai strategi perencanaan nasional pencegahan corona, Puskesmas dipersiapkan untuk pelayanan dasar dan khusus rumah sakit untuk penanganan yang parah (PDP). Sehingga, diharapkan jika belum parah sebaiknya tidak perlu ke rumah sakit.

“Ini bukan soal prioritas, tapi secara nasional, sistem pelayanan dilakukan tingkat ODP. Agar sedapat mungkin tidak menjadi PDP. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada ke rumah sakit. Makanya rumah sakit juga membuat perencanaan untuk mengantisipasi,” lanjut Firman.

Ia juga mengakui semua masih kekurangan APD. Ada uang untuk membeli, tapi tambah Firman, barangnya susah, karena yang membutuhkan seluruh Indonesia. Dan semua masih proses pemesanan.

Dan untuk perencanaan di rumah sakit, dibutuhkan berkisar 500 pcs. Namun, secara rinci APD yang ada, masing-masing di dinas kesehatan (75pcs), bantuan provinsi (28pcs), bantuan dari provinsi untuk rumah sakit (15pcs), dan bantuan BNPB (150pcs).

Arham Bustaman

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Direktur RSUD Ako dan Sekda Pasangkayu Beda Faham Soal Bantuan APD"