banner 728x90

Dinkes dan RSUD Kurang Kordinasi, 13 Orang Menderita Gejala DBD

1514 views
banner 728x90
Dinkes dan RSUD Kurang Kordinasi, 13 Orang Menderita Gejala DBD

Penderita DBD di RSUD Matra

Katinting.com, Pasangkayu – Sebanyak 13 orang penderita Demam Berdarah (DBD) kini terbararing di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju Utara (Matra), hal tersebut tidak diketahui oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Matra.

Ketidak samaan data, menurut pihak Dinkes disebabkan pihak RSUD Matra tidak melakukan koordinasai dengan Puskesmas tempat penderita DBD berdomisili, sebab selama ini semua data penderita DBD maupun penyakit yang lainnya yang ada di Dinkes Matra bersumber dari Puskesmas.

“Saya belum dapat laporannya! Berapakah kasus DBD sekarang?” tanya Kepala Dinkes Matra Alief Satria kepada wartawan saat disambangi diruang kerjanya, Selasa (19/1).

Kemudian salah satu staf Dinkes melakukan konfirmasi langsung kepada pihak RSUD Matra. Sehingga kemudian baru pihak Dinkes mengetahuinya, sebanyak 13 orang penderita DBD yang ada di RSUD Matra dan belum melalui penelitian laboratorium, sehingga belum bisa disimpulkan apakah benar mereka telah positif DBD.

“Jadi mereka baru suspec DBD, maksudnya baru memiliki gejala yang sama dengan DBD, nah bisa saja nanti berdasarkan penelitian laboratorium penyakit yang dideritanya bukan DBD tapi penyakit lain,” terang Alief Satria.

Atas hal tersebut, pihaknyapun tidak bisa serta merta melakukan penyemprotan nyamuk (fogging) penyebar penyakit DBD tersebut, karena pihaknya mesti melakukan penelitan lebih dalam terlebih dahulu, mengenai kelayakan fogging ditempat domisili penderita DBD tersebut.

“Ya pertama harus kami tahu dulu dimana alamat si penderita ini, kemudian setelah itu baru dilingkari (ring) wilayah yang yang akan dilakukan fogging, kemudian akan dilihat juga apakah benar penderita DBD ini disebabkan oleh nyamuk yang ada dilingkunganya, karena jangan sampai penyakit ini dia bawa dari luar daerah, kalau benar demikian maka tidak akan dilakukan fogging,” jelas Alief.

Namun demikian dengan adanya kasus 13 orang suspec DBD tersebut, Alief Satria mengaku akan segera memerintahkan bawahannya turun lapangan melakukan penelitian dan melakukan kangkah-langkah lain yang diperlukan. (Joni)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.