Prof Gufran Darma Dirawan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat. (Ist)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Sesuai kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, tingkat SMA/SMK/SLB, kembali menerapkan sekolah secara daring di dua kabupaten di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah. Sedangkan empat kabupaten lainnya, di Kabupaten Pasangkayu, Mamasa, Polewali Mandar dan Majene tetap tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pembatasan belajar di dua kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, karena meningkatnya kasus covid-19, sehingga upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran kasus baru covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, Prof. Gufran Darma Dirawan via telpon, Minggu (11/7), dan hal itu telah disampaikan melalui surat edarannya Jumat kemarin, 9 Juli 2021.

Ia pun terus memantau perkembangan kasus covid di wilayah sekolah tatap muka. “Kita lihat kondisinya sampai situasinya baik. Kalau terjadi penambahan kita daring-kan semuanya,” kata Gufran.

Dan ia meminta agar semua sekolah khususnya dibawah naungan Diknas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, dan menjaga kesehatan diri masing-masing.

“Ingat selalu protokol kesehatan, gerakan 5 M,yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir sebelum dan sesudah beraktifitas, menjaga jarak minimal satu meter, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitasi dan interaksi,” pesannya.

Ia menambahkan, sekolah tetap harus dengan protokol kesehatan yang ketat, tidak boleh lewat jam 12, sesuai dengan SKB 4 menteri, sebutnya.

SKB 4 menteri tersebut ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Terkait terbatasnya akses internet disejumlah wilayah, Ia menyampaikan ada dua mekanisme yang dapat dilakukan

“Ada dua kemanisme kita lakukan, Kelas X (sepuluh) hari senin datang mengambil bahan disekolah kemudian melakukan proses pembelajaran masing-masing ditempatnya,” jelasnya.

Kalau untuk sekolah-sekolah yang masih memungkinkan untuk berkelompok itu gurunya yang datang, blok time namanya. Kata Gufran.

(Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here