Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sulbar Unggul, Penemuan dan Pengobatan TBC Melampaui Rata‑Rata Nasional

Mamuju, Katinting.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus menunjukkan komitmennya dalam percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data nasional per 7 Juni 2026, Sulawesi Barat mencatat sejumlah capaian positif yang menempatkan daerah ini di atas rata-rata nasional dalam beberapa indikator utama pengendalian TBC.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa capaian penemuan kasus TBC di Sulawesi Barat telah mencapai 30,9 persen dari target estimasi kasus tahun 2026. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang masih berada pada kisaran 30 persen. Sulawesi Barat juga masuk dalam kelompok provinsi dengan capaian penemuan kasus terbaik secara nasional.

Tidak hanya pada aspek penemuan kasus, Sulawesi Barat juga mencatat prestasi membanggakan pada indikator Treatment Enrollment Tuberkulosis Sensitif Obat (TB SO). Dengan capaian 92,9 persen, Sulawesi Barat menempati posisi tertinggi nasional dalam memastikan pasien yang terdiagnosis TBC segera mendapatkan pengobatan.

Pada indikator keberhasilan pengobatan Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO), Sulawesi Barat bahkan mencatat capaian 100 persen, tertinggi di Indonesia dan telah melampaui target nasional sebesar 85 persen. Capaian ini menunjukkan kualitas pendampingan dan kepatuhan pengobatan pasien TBC yang semakin baik di Sulawesi Barat.

Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan kesehatan masyarakat sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Dalam keterangannya, Jumat 12 Juni 2026, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh kabupaten, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan berbagai mitra pembangunan kesehatan.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Sulawesi Barat berada pada jalur yang tepat dalam upaya eliminasi TBC. Namun kita tidak boleh berpuas diri, karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama meningkatkan penemuan kasus dan memperluas pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kelompok berisiko,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menegaskan, inovasi GARATTA TBC akan terus diperkuat sebagai strategi daerah dalam mempercepat eliminasi TBC melalui pendekatan gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.

“GARATTA TBC mengajak seluruh unsur masyarakat bergerak bersama menemukan kasus lebih dini, mendampingi pengobatan sampai sembuh, serta menghapus stigma terhadap penderita TBC. Dengan semangat kolaborasi, kita optimistis target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai,” pungkasnya.

DKPPKB Sulbar berharap capaian positif yang telah diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh kabupaten untuk terus meningkatkan kualitas layanan TBC, sehingga masyarakat Sulawesi Barat semakin Maju dan Sejahtera. (*/FA)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat