Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bapperida Sulbar Pastikan Program 2027 Adaptif, Realistis, dan Berdampak Nyata

Mamuju, Katinting.comPemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus memperkuat sinkronisasi pembangunan pusat dan daerah guna memastikan program pembangunan tahun 2027 lebih tepat sasaran, realistis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan Misi ke-5 Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Bapperida Sulbar, Drs. Amujib, M.M., usai menghadiri Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Ruang Djunaedi Hadisumarto, Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Kamis (7/5/2026).

Rakorbangpus 2026 menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan nasional dengan prioritas pembangunan daerah yang diikuti kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah se-Indonesia.

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat mengusung tema RKP Tahun 2027 yakni “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.” Tema tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak hanya tinggi, tetapi juga mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah pusat juga memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi nasional Triwulan I Tahun 2026 yang tercatat sebesar 5,61 persen secara year on year. Angka tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan nasional melalui penguatan investasi, produktivitas daerah, dan pengembangan industri berbasis potensi wilayah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus disusun secara optimistis namun tetap realistis dan terukur.

“Izinkan saya mengawali hari ini dengan suatu kepercayaan bahwa perencanaan harus disusun dengan optimis sekaligus realistis. Ambisi ini harus diiringi langkah yang terukur untuk satu tujuan, yakni pertumbuhan yang mendorong kesejahteraan, merata dan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, mulai tahun 2027 perencanaan pembangunan nasional akan dirancang lebih tajam, konkret, dan sesuai kondisi riil di lapangan tanpa meninggalkan tujuan utama pembangunan nasional.

Pemerintah pusat juga menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,9 hingga 7,5 persen tidak dapat dicapai tanpa dukungan kuat dari daerah. Karena itu, kawasan timur Indonesia, termasuk Sulawesi, didorong tumbuh lebih tinggi melalui pengembangan industri berbasis sumber daya alam sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menyampaikan bahwa Rakorbangpus menjadi momentum penting bagi Sulawesi Barat dalam memperkuat substansi Rancangan Akhir RKPD Tahun 2027 agar selaras dengan arah kebijakan nasional.

Menurutnya, sinkronisasi pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan program pembangunan benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan dasar, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja.

“Forum ini memberi ruang bagi daerah untuk memastikan program prioritas yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah. Ini penting agar pembangunan tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata Amujib.

Melalui partisipasi aktif dalam Rakorbangpus 2026, Bapperida Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi pusat dan daerah demi menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat. (*)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat