Mamuju Tengah, Katinting.com —Di tengah hamparan perkebunan yang hijau subur, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hari keempat tingkat kecamatan bergulir di Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Rabu (11/2). Hadir stakeholders dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, serta Ketua DPRD Mamuju Tengah Hj Nirmalasari Aras.
Dalam sambutannya, Nirmalasari melukiskan Budong-Budong sebagai tanah berkah dengan potensi perkebunan luar biasa. “Komoditas sawit yang melimpah menjadi tulang punggung ekonomi lokal, disusul kakao dan kelapa dalam yang tak kalah menjanjikan. Potensi ini bisa jadi lokomotif transformasi melalui hilirisasi—bukan lagi ekspor bahan mentah, tapi olahan bernilai tambah,” ujarnya penuh semangat.
Ia membayangkan sawit berubah jadi biodiesel, kakao menyulap diri menjadi cokelat premium—peluang nyata tingkatkan pendapatan dan ciptakan lapangan kerja. “Ditambah pertanian modern serta penguatan SDM lewat pendidikan vokasi, kita siap bersaing di panggung global,” tambahnya.
Namun, di balik ladang emas itu, Nirmalasari menyoroti luka terdalam: aksesibilitas yang masih menyedihkan. “Jalan desa terbatas menghambat distribusi hasil panen, layanan kesehatan, dan pendidikan. Masyarakat resah atas infrastruktur jalan buruk, puskesmas kurang memadai, serta sekolah berkualitas minim. Ini prioritas serius Musrenbang hari ini,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak peserta merumuskan program konkret: perbaikan jalan prioritas, fasilitas kesehatan berbasis digital, serta beasiswa vokasi bagi pemuda Budong-Budong. “Keluhan ini bergema dari hati masyarakat setempat,” pesannya.
Menutup sambutan, Nirmalasari menegaskan komitmen DPRD. “Kami dukung setiap usulan agar terintegrasi ke RPJMD dan APBD. Pemerintah, DPRD, dan masyarakat satu tim bangun Budong-Budong maju, adil, lestari. Akselerasi hilirisasi perkebunan, inovasi pertanian, SDM unggul—untuk Mamuju Tengah lebih sejahtera,” pungkasnya. (ADV)






