Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengajak seluruh orang tua membawa balita ke Posyandu terdekat sepanjang Februari 2026, memanfaatkan Bulan Vitamin A untuk optimalisasi tumbuh kembang anak. Program ini menjadi salah satu pilar utama membangun generasi sehat dan berkarakter, sejalan dengan konsep Panca Daya yang digagas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya layanan ini. “Melalui Posyandu, balita tak hanya dapat kapsul vitamin A, tapi juga pemantauan pertumbuhan holistik yang menentukan kesehatan masa depan mereka,” ujarnya.

Vitamin A, sebagai zat gizi esensial, berperan krusial menjaga kesehatan mata, mencegah kebutaan, serta meningkatkan imunitas tubuh agar balita lebih tahan terhadap infeksi. “Pemenuhan gizi mikro ini bagian dari strategi besar kami menyiapkan generasi cerdas dan berdaya saing,” tambah Nursyamsi.
Pelayanan serentak ini digelar di seluruh Posyandu sesuai jadwal. DKPPKB mengimbau masyarakat memanfaatkannya maksimal, dengan harapan seluruh balita Sulbar terpenuhi hak kesehatannya sebagai fondasi generasi emas.
Sukses Internship Dokter Perkuat Layanan Kesehatan Dasar
Secara bersamaan, evaluasi daring PIDI dan PIDGI periode Februari 2026 sukses digelar Jumat (6/2), diikuti dokter pendamping, rumah sakit, puskesmas, serta jajaran DKPPKB. Program ini menempatkan dokter muda di fasilitas strategis Kabupaten Mamuju, Majene, dan Pasangkayu, memperkuat pelayanan dasar hingga rujukan.
Di Mamuju, delapan dokter PIDI di RSUD Mamuju, Puskesmas Binanga, dan Kalumpang dinyatakan tuntas dengan nilai A (90-100%) pada laporan kasus, tindakan medis, hingga pelayanan masyarakat. Majene mencatat tujuh dokter di RSUD Majene dan Puskesmas Lembang berkinerja optimal, aktif dalam promotif-preventif. Sementara di Pasangkayu, delapan dokter gigi PIDGI di RSUD Pasangkayu, Puskesmas Bambalamotu, dan Pedongga unggul dalam pelayanan klinis plus edukasi gigi-mulut di sekolah dan masyarakat.
“Keberadaan dokter internship ini beri dampak nyata, sekaligus latih tenaga medis beretika dan siap tim,” kata Nursyamsi. Ia sebut program ini wujud visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, menghasilkan dokter terlatih yang perkuat kualitas layanan bagi masyarakat.
Dengan dua inisiatif ini, Sulawesi Barat tekad wujudkan SDM unggul dari usia dini hingga profesional medis. (*/Fhatur Anjasmara)






