Mamuju, Katinting.com – Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Mamuju dinilai masih memiliki prospek yang sangat terbuka. Syaratnya, proses pemekaran harus dilakukan dengan seleksi dan kajian yang ketat.
BACA JUGA: Bupati Mamuju Tegaskan DOB Kota untuk Pemerintahan yang Lebih Dekat dan Responsif
Pernyataan itu disampaikan Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat, Darwis Damir, saat mendampingi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam Focus Group Discussion (FGD) di Ballroom Matos, Mamuju, Kamis (4/12).
“Prospek pembentukan daerah otonomi baru sangat terbuka, karena memang ada daerah yang sudah mendesak untuk dimekarkan, seperti Kota Mamuju. Sampai saat ini, Sulbar menjadi salah satu provinsi yang belum memiliki kota,” ujar Darwis Damir, Plt Bapperida Sulbar.
Meski mendukung, ia menekankan pentingnya selektivitas tinggi dalam pemekaran untuk mencegah masalah di masa depan.
“Atas nama Bapperida, kami setuju dan mendukung pengusulan otonomi daerah ini, tentu dengan analisis dan kajian yang sangat mendalam. Kami akan memberikan masukan kepada tim penyusun dari Universitas Brawijaya,” tegasnya.
Dukungan resmi dari lembaga perencanaan daerah ini semakin menguatkan wacana pemekaran Kota Mamuju yang telah digulirkan dalam berbagai forum sebelumnya. (*)






