Mamuju, Katinting.com – Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengungkapkan tantangan serius dalam pemerataan tenaga kesehatan di daerah tersebut. Berdasarkan hasil review terbaru, hingga September 2025 masih terdapat 6 puskesmas yang beroperasi tanpa kehadiran dokter.
BACA JUGA: Tim Dinkes Sulbar Lakukan Visitasi Standar Laboratorium Prodia Mamuju
“Ketersediaan tenaga kesehatan adalah kunci agar pelayanan dasar hingga rujukan berjalan dengan baik. Masih adanya puskesmas tanpa dokter menunjukkan perlunya langkah cepat dalam pemerataan SDM,” tegas dr. Nursyamsi dalam pemaparannya, Rabu (24/9).
Data Dinkes Sulbar menunjukkan rasio dokter di provinsi ini hanya 0,47 per 1.000 penduduk, jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan 1 dokter per 1.000 penduduk. Kondisi ini diperparah dengan distribusi tenaga medis yang tidak merata, baik dokter umum maupun spesialis.
Meski seluruh puskesmas di Sulbar telah terakreditasi, hanya 75 dari 98 puskesmas (76,53%) yang memiliki SDM lengkap sembilan jenis tenaga kesehatan. Sementara di tingkat rumah sakit, distribusi dokter spesialis seperti anak, penyakit dalam, bedah, dan obgyn masih sangat terbatas.
Upaya perbaikan distribusi tenaga medis ini menjadi prioritas Dinkes Sulbar, sejalan dengan program Panca Daya Pemprov Sulbar yang digagas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul.
Dinkes Sulbar berkomitmen memperkuat strategi pengembangan kompetensi dan pemerataan tenaga kesehatan, termasuk melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, agar masyarakat di seluruh kabupaten—khususnya di wilayah terpencil dapat mengakses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas. (Rls)






