Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Winardi Dorong Optimalisasi Pajak dan Retribusi dari Sektor Industri di Bontang

Salah satu kawasan industri di Bontang Lestari. (Istimewa)

Katinting.com, Bontang – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi Jumadi, menekankan pentingnya optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor industri sebagai langkah menuju kemandirian fiskal.

Ia menyoroti pemanfaatan lahan-lahan industri yang sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), meskipun beberapa di antaranya belum beroperasi secara penuh.

“Misalnya seperti pemakaian lahan-lahan yang sudah di-RT/RW-kan, seperti Kawasan Industri Bontang (KIB). Walaupun belum produksi, tapi harapan kita ke depan akan masuk investasi baru,” katanya, Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, begitu aktivitas industri berjalan, dampaknya akan langsung terlihat dalam penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta potensi dari penggunaan air bawah tanah dan listrik yang akan dikenakan retribusi atau pajak daerah.

“Itu harus dimaksimalkan. Karena kita ini sudah sepakat jadi kota industri, maka sumber PAD kita ya dari situ,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa dengan potensi yang sudah ada saat ini, Kota Bontang seharusnya mampu berdiri secara fiskal tanpa terlalu bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Ia meyakini, hampir seluruh sumber pendapatan daerah telah mulai digarap, namun masih ada celah-celah yang perlu dioptimalkan.

“Kalau kita mau mandiri secara fiskal, sektor industri ini harus kita dorong. Coba saya tanya, potensi apa lagi yang belum kita maksimalkan hari ini? Hampir semua sudah ditarik, tinggal bagaimana kita lebih serius dan terukur,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya sinkronisasi antarinstansi, mulai dari dinas perizinan, lingkungan hidup, hingga Bapenda untuk memastikan bahwa setiap aktivitas industri memberikan kontribusi bagi daerah.

“Kuncinya di koordinasi. Kalau ini jalan, kita tinggal kawal dan pastikan bahwa semua sesuai regulasi dan tidak ada yang lolos dari kewajiban pajak atau retribusi,” pungkasnya.

Hal ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan Bontang sebagai kota industri yang kuat secara ekonomi, namun tetap memperhatikan asas keadilan fiskal dan keberlanjutan lingkungan. (Re)

Share: