Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Serius Intervensi Stunting, Pemdes Tangkau Jemput Bola

Gambar Atas : Kepala Desa Tangkau I Wayan Suarsana bersama Babinkamtibmas Tangkau, saat menjemput warga untuk diantas ke Posyandu. Gambar Bawah : Relawan Posyandu saat menyiapkan sejumlah makanan bergizi, termasuk telur rebus, untuk dikonsumsi warga yang berkunjung ke Posyandu. (dok Ist)

Mamuju Tengah, Katinting.com – Salah satu penekanan pemerintah pusat kepada jenjang pemerintah di daerah dalam penanganan penurunan angka stunting, di daerahnya, adanya upaya kreatif di daerah, untuk menekan angka stunting.

Nah menarik kemudian, sebab di Desa Tangkau, Kecamatan Topoyo, Mamuju Tengah, Pemdes Tangkau, menjemput bola dengan menyediakan fasilitas kendaraan untuk warga masyarakat yang malas memanfaatkan kunjungan Posyandu saat waktu pelayanan di buka.

Desa yang dipimpin oleh I Wayan Suarsana ini, dengan jumlah penduduk 964 jiwa, memiliki cara sendiri menghadapi warganya, yang malas berkunjung ke Posyandu, dengan cara menjemput langsung warganya, untuk diantar ke Posyandu guna mendapatkan pelayanan dari relawan Posyandu.

Bahkan penjemputan warga ini, jika kesibukannya terkait urusan dinas di Desa tidak padat, Kades I Wayan Suarsana yang langsung menyetir mobil berkeliling desa, untuk menjemput warganya yang mesti ke Posyandu, saat pelayanan Posyandu di mulai.

“Jadi adalah upaya yang sungguh, kami lakukan dalam menyukseskan program pemerintah penurunan angka stunting di Indonesia dan Mamuju Tengah khususnya, sehingga keluarga Indonesia di Desa Tangkau terbebas dari persoalan stunting” beber Suarsana.

Katanya, dengan cara jemput bola ini, merupakan bentuk membangun kesadaran warga yang selama ini malas ke Posyandu, bahwa betapa penting pemeriksaan secara rutin di Posyandu bagi anak bayi hingga Balita, dan ibu hamil. Karenanya, Pemdes mengajak stakeholder terkait mulai Babinkamtibmas hingga Binmas dan Sekdes, untuk bergerak bersama melakukan penjemputan warga yang memang enggan ke Posyandu.

“Tentu semangatnya adalah, dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di Bumi Lalla Tassisara, dan menekan munculnya embrio stunting yang baru, agar Mamuju Tengah bebas dari persoalan stunting” kata Suarsana.

Ia menuturkan harapannya, dengan metode jemput bola ini, masyarakat semakin sadar secara penuh, betapa kemudian menjadi penting membangun kepedulian kunjungan ke Posyandu.

“Sebab itu, di Posyandu kami sudah menyiapkan telur rebus dan makanan lain mengandung gizi, untuk diberikan kepada warga, yang datang ke Posyandu dilayani oleh relawan Posyandu” pungkas Suarsana. (Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat