Mamasa, Katinting.con – Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Suhardi Duka menghadiri sosialisasi dan fasilitasi kesepakatan konservasi masyarakat (KKM) Desa di Taman Nasional (TN) Gandang Dewata.
Kegiatan berlangsung di Kantor Kecamatan Tabulahan, Kelurahan Lakahang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat dihadiri sejumlah kepala desa dan perwakilan masyarakat. Senin, 18 Juli 2022.
Suhardi Duka berharap agar masyarakat selalu menjaga kelestarian alam, sehingga taman nasional Gandang Dewata terjaga dengan baik kelestariannya.
“Ini (Taman Nasional Gandang Dewata) adalah salah satu aset terbesar yang kita miliki, adalah aset Indonesia bahkan dunia, sebab menyimpan aneka tahan flora dan fauna. Ini merupakan aset untuk masa depan anak-anak kita, untuk kelangsungan hidup yang akan datang, jadi harus di jaga dengan baik,” kata Suhardi Duka.
SDK sapaan populernya juga menyampaikan, keselarasan hidup dengan alam akan membuat hidup lebih baik. Jangan sampai ada upaya merusak untuk dikomersilkan dan itu melanggar hukum sehingga bisa di penjara.
Percaya saja, jika kita jaga alam dengan baik, maka alam akan menjaga kita, sehingga membuatnya tetap lestari adalah pilihan yang baik dan bijak untuk kita dan generasi akan datang, imbuhnya.
Hadir pula pada kesempatan ini dari Kementerian LHK yang menyampaikan harapan kepada warga, agar terbangun kerjasama dengan masyarakat yang ada disekitar taman nasional Gandang Dewata.
Selain itu, terbangun rasa saling percaya dan saling menguatkan, serta saling penghargaan.

Diketahui Taman Nasional Gandang Dewata adalah taman nasional ke-53 di Indonesia yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 773/Menlhk/Setjen/PLA.2/10/2016 pada tanggal 3 Oktober 2016 tentang kawasan Gandang Dewata seluas 180.078 hektar dan dideklarasikan pada tanggal 5 April 2017.
Gandang Dewata cukup terkenal dengan gunungnya yang menjadi impian para pendaki untuk dijelajahi dengan ketinggian sekitar 3.037 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung tertinggi kedua di pulau Sulawesi.
(Anhar)






