Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kait Rezeki di Tengah Pandemi

Budi, penjual bendera musiman di Pasangkayu. (Arham)

Pasangkayu, Katinting.com – Pandemi Covid-19 telah melanda bumi sejak 2019 lalu. Hingga sekarang, kasus yang terjadi khusus di Indonesia belum juga menunjukkan penurunan yang signifikan.

Lebih lagi munculnya beberapa varian baru yang menyusahkan pemerintah dalam hal penanganan.

Namun, hal kontras terjadi di sebagian negara-negara eropa yang sudah membebaskan sebagian besar warganya melakukan aktivitas tanpa menggunakan masker.

Sama seperti Satgas Covid-19 Nasional, penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasangakayu juga saban hari mendapat kritikan karena dianggap kurang memadai meski anggaran besar sudah digelontorkan.

Untuk mengantisipasi lonjakan, melalui satgas, pemerintah telah melakukan langkah berupa PPKM di Jawa dan Bali serta pulau-pulau di luar itu dengan berbagai level.

Sebagian besar warga terdampak, sebab terbatasi dengan kebijakan yang dilaksanakan hingga ke daerah itu.

Meski kondisinya seperti itu, salah seorang penjual bendera musiman di Pasangkayu tak patah arang. Ialah Budi, warga asal Garut, Jawa Barat terlihat tetap semangat mengait rezeki di tengah pandemi.

Berdasarkan cerita Budi, penjual bendera di tepi jalan depan Tugu Smart Pasangkayu, Sulawesi Barat itu, sejak beberapa tahun terakhir sudah menjual bendera.

Bendera yang ia jual beragam ukuran. Sedang harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai Rp. 25 ribu hingga Rp. 50 ribu. Selain itu, di lapaknya juga tersedia umbul-umbul.

“Saya menjual di sini tiap tahun. Sejak tanggal 26 Juli lalu, saya sudah di sini. Dalam sehari, kadang laku hingga 50 lembar dari berbagai ukuran,” cerita Budi, Jumat, 13 Agustus 2021.

Meski di kota Pasangkayu terdapat toko dan pasar yang menjual bendera, namun itu tak mengurangi semangatnya meski hanya sekali setahun.

Arham Bustaman

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat