Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Malam Pertama Ramadhan, Pengurus Masjid Dominan Patuh

Masjid Raya Topoyo, menutup pintu bagi kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak orang, demi menghindari penyebaran Covid-19 di Mamuju Tengah. (Mahfudz)

Mateng, Katinting.com – Suasana malam ramadhan pertama di Mamuju Tengah, tahun 2020, dominan pengelola masjid mengikuti anjuran Kementerian Agama Mamuju Tengah, untuk tak membuka masjid melaksanakan sholat tarawih berjamaah.

Dalam anjuran Kemenag, sehubungan Mamuju Tengah masuk zona Marah Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) maka kegiatan keagamaan yang melibatkan lebih dari lima orang berkerumun ditiadakan termasuk sholat tarawih berjamaah. Karenanya diminta kepada semua pengurus masjid di Mamuju Tengah kiranya menutup masjid untuk sholat jamaah.

Sehingga dari pantauan Katinting.com malam tadi, malam pertama ramadhan, dominan masjid besar di Mamuju Tengah, menutup masjid bagi para jamaah yang ingin melaksanakan tarawih berjamaah. Meskipun juga masih ada yang tak patuh pada anjuran Kemenag Mamuju Tengah, dengan alasan bahwa masjid tak melibatkan jamaah dari luar, jamaah yang ikut sholat hanya para keluarga pengelola masjid.

Salah seorang pengurus masjid di Tallungngallo, Sahabuddin, menuturkan karena keberadaan masjid yang diurusnya memang berada dijalur trans sulawesi, maka sudah tentu memilih mengikuti anjuran Kemenag Mamuju Tengah untuk menutup masjid, daripada menanggung resiko menjadi bagian persebaran Covid-19.

“Karena kewaspadaan itu lebih penting, maka kami putuskan menutup pintu masjid untuk kegiatan berjamaah, hingga kondisi dinyatakan oleh pemerintahan kita sudah lepas dari Pandemi Covid-19,” tutur Sahabuddin.

Selain masjid di Tallungngallo, masjid di Bengteng Tobadak juga tutup, demikian juga masjid raya di Topoyo dan beberapa masjid sekitarnya, yang juga memiliki banyak jamaah, tampak tutup pintu dari kegiatan sholat tarawih berjamaah.

(Mahfudz)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat