Muhammad Yusri Nur (kiri), Anggota komisi III DPRD Sulbar Dari Dapil Pasangkayu Saat Meninjau Irigasi Bantalaka
Muhammad Yusri Nur (kiri), Anggota komisi III DPRD Sulbar Dari Dapil Pasangkayu Saat Meninjau Irigasi Bantalaka
banner 728x90

Pasangkayu, Katinting.com – Komisi III DPRD Sulbar mengunjungi irigasi yang manpet di Bantalaka, desa Wulai, kecamatan Bambalamotu, kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Sabtu, 11 Juli 2020.

Menurut Muhammad Yusri Nur, anggota komisi III DPRD Sulbar dari dapil Pasangkayu, persoalan irigasi Bantalaka cukup kompleks.

Ia meminta, agar rehabilitasi penanganan kerusakan irigasi agar tidak diteruskan. Sebab, kendati dana hingga puluhan miliar pun turun, itu tetap tidak menyelesaikan masalah.

“Sebaiknya, semua pihak termasuk penegak hukum serta tenaga ahli turun meninjau. Dan dibuatkan berita acara. Jika, ada dugaan pelanggaran hukum, maka segera ditindaki,” tegas Yusri.

Salah seorang warga sekitar irigasi, Kurdin menduga, irigasi manpet disebabkan pengerukan pasir di hulu bendungan, sehingga air susah mengalir.

“Irigasi ini dikerjakan masa bodoh,” kata Kurdin kepada media, 23 Ferbruari 2020 lalu.

Selain itu, kala media ini memantau langsung, kondisi irigasi ini juga dipenuhi sampah dan beberapa titik ke dua sisi pondasi rusak.

Pada tahun 2019, irigasi ini baru saja direhabilitisi menggunakan DAK 2019 senilai hampir Rp5,4 miliar seperti terpampang di papan proyek.

Arham Bustaman

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here