Plt Kalaksa BPBD Sulbar M Yasir Fattah. (dok Ist)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pasca erupsi Gunung Api Ruang di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, beberapa hari lalu, menumpahkan ratusan ribu ton magma dari perut bumi, menimbulkan masalah bagi masyarakat secara luas.

Sebab dalam material magma yang tersembur dari perut bumi pada erupsi Gunung Api Ruang, turut keluar salah satu partikel berbahaya bagi kesehatan manusia, yakni Sulfur Dioksida (SO2) adalah salah satu spesies dari gas-gas oksida sulfur.

Dalam berbagai sumber resmi dilihat laman ini, Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah Raharjo, lewat siaran pers per 19 April, sebaran debu vulkanik terdeteksi ke arah Barat–Barat Laut dan Timur–serta Tenggara.

Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin menyebut wilayah yang terdampak sebaran letusan abu vulkanik Gunung Ruang pada saat yang sama adalah Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah bagian utara, dan sebagian Pulau Kalimantan.

Saat dihubungi Plt Kepala BPBD Sulbar M Yasir Fattah, Selasa (22/04) membenarkan bila pasca erupsi Gunung Api Ruang, turut keluar adalah SO2, sehingga saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak BMKG, mewaspadai peralihan arah angin.

Bahwa kemudian pihak BPBD di wilayah sudah lebih dulu mengeluarkan himbauan waspada, dikarenakan pasca erupsi Gunung Api Ruang arah angin dominan mengarah ke arah Barat Daya, membawa pertikel SO2 ini, dan arah barat Daya dari posisi Gunung Api Ruang adalah wilayah Kalimantan.

“Jadi sampai saat ini laporan BMKG dari koordinasi yang kami terus lakukan, sebagai sikap waspada, arah angin masih mengarah ke arah Barat Daya, tepatnya arah Kalimantan, sehingga BPBD di wilayah tersebut lebih cepat mengeluarkan himbauan ke masyarakat penggunaan masker” ungkap Yasir Fattah yang saat ini mengikuti Rakornas di Bandung Jawa Barat.

Olehnya Ia meminta kepada masyarakat Sulbar cukup hanya waspada, mengantisipasi kemungkinan arah angin bertiup ke Selatan, yang pasti pihaknya akan mengeluarkan segera peringatan waspada jika kemudian laporan dari BMKG menunjukan arah mata angin ke arah Selatan sebab akan bertiup ke arah Sulbar.

“Jadi cukup waspada saja, sebab arah angin saat ini masih bertiup ke arah barat, sehingga sebaran partikel SO2 ini, belum sampai sini, tapi tetap kami harapkan kepada masyarakat Sulbar untuk mengurangi aktivita keluar rumah, kalau harus beraktivias di luar rumah kiranya dapat menyiapkan masker” pesan Yasir.

Ia menambahkan bahwa memastikan tetap koordinasi dengan BMKG atas kondisi kualitas udara kita, pasca erupsi Gunung Api Ruang, sebagai upaya mitigasi bencana awal kepada masyarakat.

“Jika kemudian BMKG menyampaikan arah mata angin bertiup ke selatan, maka kami juga akan segera mengeluarkan peringatan waspada kepada masyarakat sebagai tindakan pencegahaan terpapar SO2, juga mengajak Kominfo membantu menyebar luaskan informasi” pungkas Yasir di ujung telpon dari Bandung. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here