banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Nama dan foto Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, Suaib Kamba dicatut pihak tidak bertanggung jawab dan digunakan sebagai akun aplikasi perpesanan WhatsApp.

Akun WA tersebut menghubungi warga dengan modus penyaluran bantuan untuk Masjid Baitul Ukhuwah, Dusun Betteng Batu, Desa Saletto, Kelurahan Simboro, Mamuju.

“Saya di WA sejak dua hari lalu, dan kemarin kami masih saling chat,” ungkap Dirman, salah seorang warga di hubungi akun WA tersebut, Minggu (30/4/23).

Saat dihubungi pertama kali, Dirman lantas menyampaikan hal itu kepada kenalannya yang bekerja di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju. Itu karena ia merasa tidak yakin jika Sekda langsung menghubungi lewat akun WA tersebut.

 “Saya curiga sejak awal pasti ini penipu,” ucapnya.

Kata Dirman, saat dihubungi akun yang mengatasnamakan Sekda Mamuju itu melampirkan bukti transfer ke rekening bank dengan sejumlah nominal uang yang sebenarnya adalah hasil editan.

Menurutnya, kemungkinan cara dilakukan untuk memperdaya korban yang awam dengan modus penipuan.

“Saya dapat juga dari teman, kalau ada yang sudah dia (si penipu) transfer sebanyak Rp16 juta,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Bidang (Kabid) Humas, Dinas Kominfo dan Persandian (Diskominfo) Mamuju, Andi Rasmuddin membenarkan adanya informasi tersebut.

Dirinya menghimbau masyarakat untuk tidak menanggapi permintaan oknum, dan memastikan hal tersebut adalah penipuan.

“Ini sudah agak parah, karena modusnya sudah meningkat, seakan-akan Sekda sudah transfer dana,” ungkapnya, Minggu (30/4/23).

Kata dia, modus penipuan menyasar takmir masjid atau mushola yang mencatut nama orang tertentu untuk memberikan bantuan berupa donasi.

Rasmuddin juga meminta masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pejabat di lingkup Pemkab Mamuju.

“Pak sekda sudah klarifikasi bahwa itu tidak benar dan akun tersebut bukan miliknya,” jelasnya.

Modus penipuan yang mencatut nama sejumlah pejabat ini menurutnya, bisa saja dilakukan dengan memanfaatkan jejaring media sosial (medsos) seperti Whatsapp, Facebook, Instagram dan lainnya.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku juga nekad menggunakan foto pejabat pada akun WA dan medsosnya dan berbicara seolah sebagai pejabat bersangkutan.

(*)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here