Suasana di kawasan alam So'do, Kali Mamuju, yang menjadi salah satu destinasi wisata di Mamuju. (dok Ist)
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Kawasan wisata alam sungai kali Mamuju, di So’do, setiap akhir pekan atau liburan, selalu menjadi magnit bagi warga Mamuju, untuk menghabiskan akhir pekan atau libur kerja.

Akan tetapi, warga yang bertandang ke kawasan alam So’do, di kali Mamuju, mengeluhkan pungutan retribusi yang ada di kawasan tersebut, dikarenakan pengunjung harus dihadapkan pada dua pungutan.

Pungutan pertama saat baru akan masuk perkampungan So’do, yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Pendaparan & Aset Daerah (BKPAD) Mamuju, dimana untuk akses masuk kawasan pengujung dipungut sebesar Rp.5000 perorang dewasa.

Pungutan kedua kemudian saat pengujung memarkirkan kendaraannya di dalam kawasan, dimana pengunjung dikenai pungutan sebesar Rp.10.000 perkendaraan roda empat dan Rp.5.000 untuk roda dua.

Kondisi ini kemudian mendapat keluhan dari pengunjung, pengunjung berharap pungutan masuk kawasan cukup satu pintu, yakni saat pengunjung baru akan masuk kawasan, pungutan yang di pungut dari pengunjung sudah termasuk sewa parkir di dalam kawasan.

“Hendaknya, pungutan akses masuk, sudah termasuk pungutan parkir didalam kawasan” pinta Mursalim salah seorang warga Mamuju, Kamis (29/02).

Katanya, semestinya pemerintah menata pengelolaan pengutan di area kawasan wisata yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu destinasi wisata, jangan memberikan ruang kepada masyarakat di dalam kawasan, memungut sendiri biaya biaya yang terafiliasi kepada sumber retribusi.

“Seperti pungutan parkir dan akses masuk, mestinya ini dikuasai dan dikelola oleh pemerintah, nanti perhitungannya, diatur oleh pemerintah berapa yang diberikan kepada pemilik lahan kalau itu lahan masyarakat” kata Mursalim.

Warga lain Mamuju lainnya Hanafi, menegaskan mestinya lahan parkir yang jaraknya tidak lebih 30 meter dari tepi sungai harus geratis, tidak bisa dipungut bayaran ke warga yang parkir, sebab lahan berjaran 30 meter adalah bantaran sungai yang tidak bisa dikuasai secara pribadi.

“Jadi kalau ada pungutan, itu sama halnya pungutan liar, maka mestinya itu diambil alih oleh pemerintah dan warga yang masuk kawasan hanya bayar sekali di pintu akses masuk” tegas Hanafi.

Ia menambahkan, ini menjadi penting di atensi oleh pemerintah, mengingat kawasan alam So’do, adalah kawasan yang sudah ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisata di Mamuju, maka semua hal yang ada didalamnya, menjadi hak penuh pemerintah untuk melakukan intervensi.

“Karenanya saya berharap kepada BPKPAD Mamuju, kiranya memperhatikan keluhan warga ini, agar pengunjung juga nyaman dan punya kesan baik setelah dari kawasan, bahkan idealnya masuk kawasan cukup bayar Rp.20.000 dan sudah bebas parkir di dalam, tak perlu Rp.5.000 perorang dewasa” pungkas Hanafi. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here