banner 728x90

Uji Tera di SPBU Rangas Ditemukan Tidak Seharusnya

Tidak ada komentar 6083 views

Unit Metrologi Dinas perdagangan Kabupaten Mamuju saat melakukan uji tera di SPBU Rangas milik H. Asnudin Sokong. (Foto Anhar)

Mamuju, Katinting.com – Unit Metrologi Dinas perdagangan Kabupaten Mamuju, melakukan uji tera ulang di stasiun pengisinan bahan bakar umum (SPBU) H. Asbuddin Sokong, 74-915-07 yang berada di jalan Abd. Malik Pattane Endeng, Mamuju, Jumat kemarin.

Pada saat melakukan uji tera ulang, petugas Metrologi menemukan adanya ketidak sesuaian dari prosedur yang berlaku. Olehnya itu mereka mengharapkan kepada dinas terkait untuk segera menindaklanjuti hasil temuan tera ukang tersebut.

“Karena ini sekaitan dengan perlindungan konsumen kita,” ujar sekretaris Dinas Perdagangan Mamuju, Oktovianus.

“Tentunya dari dinas perdagangan sesuai dengan prosedur yang ada, pertama hasil hari ini akan kami laporkan ke Kadis kami (Dinas Perdagangan), dan sekarang ini juga ada dari Ombudsman, dan tentunya kami akan berkoordinasi dengan dinas atau instansi terkait sekaitan dengan apa yang kami lakukan hari ini,” tambahnya.

Oktovianus menambahkan, sesuai laporan dari pertugasnya, setiap kali berkunjung ke SPBU  H. H. Asnuddin Sokong, petugas SPBU tidak tidak koperatif.

“Setiap kali berkunjung kesini selalu ada saja alasan.  Termasuk kunci dua box (mesin pompa tidak ada). Kan seharusnya kunci itu ada terus disini karena tidak mungkin setiap kali petugas kita turun itu melakukan peneraan,” ungkapnya.

Sehingga dirinya meminta agar pihak SPBU tersebut untuk koperatif menyampaikan apa-apa saja yang dibutuhkan oleh petugas Metrologi.

Karena menurutnya, SPBU yang tidak jujur bisa saja diberhentikan (tutup) melalui rekomendasi Dinas Perdagangan ke PT. Pertamina Regional IV Makassar.

Secara teknis, petugas Metrologi Dinas Perdagangan, Harmono menjelaskan dari dua pemeriksaan mesin pompa Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertalite melebihi batas toleransi.

Batas maksimum yang diizinkan adalah 5 permil, artinya dalam 20 liter yang diuji, harus toleransinya 100 mililiter plus minus.

“Dari hasil tes, kami dapatkan bahwa di bagian pulo solar dia itu didapatkan rata-rata dari pengujian -181 mililiter. Artinya melebihi dari toleransi yang diberikan. Artinya plus minus 100 mililiter per 20 liter. Untuk Pertalite itu -178 mililiter,” kata Harmono.

Menurut Harmono, kelebihan batas toleransi dari dua mesin pompa itu karena faktor mesin yang sudah tua.

“Kalau misalnya sudah di jastir baru tetap melebihi dari toleransi artinya itu pengaruh dari mesin. Mestinya (Pihak SPBU) sudah tau. Jadi rekomendasi kami kalau tidak diganti ya diperbaiki,” sebutnya.

Ditempat yang sama, Pengawas sementara SPBU, Marsuki mengatakan dirinya tak tahu menahu terkait kelebihan toleransi yang keluar dari mesin pompa.

“Untuk plus minusnya, saya tidak tahu itu yang tahu itu teknisi. Kalau peneraan saya tidak tahu. Saya cuma menjual, terima uang,” kata Marsuki yang baru mengawas sebulan ini.

Pernyataan petugas metrologi yang mengatakan pihak SPBU tidak koperatif ketika ingin melakukan uji tera ulang. Bahkan pada satu pihak metrologi melakukan dua kunci pompa mesin tidak ada ditempat.

Menanggapi hal tersebut dirinya berujar tidak punya wewenang untuk menjawab itu. “Teknisi yang pegang kunci. Saya tidak punya wewenang menjawab itu, Itu keputusan dari pimpinan,” tutup Marsuki. {Anhar/Zulkifli}

(ADV. Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Mamuju)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan