banner 728x90

Tolak Riba Seorang Warga Barakkang Di Babak Belur Tetangga

986 views
banner 728x90

 

Katinting.com, Mamuju – Salah seorang warga Desa Barakkang, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Tengah, Berinisial Jasria 36 tahun, harus menelan pil pahit atas kejadian yang menimpa dirinya, ia dikeroyok oleh tetangganya sendiri lantaran menolak makan hasil riba. Sabtu 23 januari 2016. Di desa Barakkang, Mamuju Tengah.

Kasus ini bermula pada saat, Jasria menggadaikan televisi, resiver dan antene parabola miliknya, kepada Irwan 21 tahun, warga Desa Barakkang, kecamatan Budong-Budong, Mamuju Tengah, senilai Rp. 1.500.000, dengan catatan tidak menggunakan bunga. Namun demikian, setelah beberapa bulan kemudian, Jasria berencana menebus barang miliknya kepada Irwan, namun Irwan menolak dengan alasan uang yg dikembalikan harus dengan bunga 10 persen per bulan, sehingga Jasria menjelaskan jika dalam hukum islam itu termasuk riba dan ia tidak mau terlibat dalam proses riba. Karena tidak terima dengan penjelasan Jasria, Irwan justru merusak barang korban.

“Saya tidak mau bunga itu uangnya pak, karena dari awal tidak ada kesepakatan dan memang saya tidak mau terlibat riba karena itu tidak baik menurut hukum islam, karena saya tolak permintaannya pak, dia rusak barangku jadi saya tidak mau ambil dalam keadaan rusak, tapi Irwan sama saudaranya langsung mengeroyok saya hingga babak belur, saya dipukul ditendang sampai muntah-muntah pak,” terangnya.

Atas kejadian yang menimpanya, Jasria berencana melapor ke Polsek budong-budong, ia berharap pihak kepolisian segera memproses para pelaku penganiayaan tersebut, hingga tuntas.

“Kalau ada yang dampingi pak, rencana Saya baru mau melapor hari ini pak, (Minggu, 24/1/2016, red) karena baru baik kurasa ini, semoga kasian mau ji polisi di Polsek Budong-budong terima laporanku, karena itu pelaku punya keluarga orang besar, tapi semoga polisi tetap memproses para pelaku sesuai aturan yang ada,” harapnya.

Korban menambahkan kasus ini, harus segera di selesaikan secara hukum, dengan harapan tidak menyisakan persoalan dikemudian hari, bahkan sampai saat ini, suami korban belum mengetahui kejadian yg menimpa istrinya karena tidak berada dikampung.

“Saya mau pak, masalah ini selesai memang, sebelum suami saya kerja di Desa Kakullasan tiba dikampung, jika tidak selesai maka akan tambah panjang lagi persoalan, makanya sebisa mungkin saya usahakan masalahku ku laporkan le polisi, biar selesai dan tidak ada lagi masalah baru, Tutup Jasria. (Ali Akbar)

Bagikan
Tag:
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.