Foto bersama Mira Pasolong (keempat dari kanan) usai menjadi pemateri pada kegiatan IGI di Sigi. (Ist)
banner 728x90

Sigi, Katinting.com – Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyasar Kabupaten Sigi di Provinsi Sulawesi Tengah. Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Donggala ini, perlahan tapi pasti mencoba mengubah cara berpikir guru-guru agar mau meningkatkan kompetensi tanpa menunggu komando dari atasan.

Rentang waktu bulan Agustus ini, di Kabupaten Sigi telah dua kali diadakan pelatihan dan terhitung sudah tiga kanal yang dilaksanakan, yakni Menemu Baling, Sagusaku dan Sagumanisan.  Meski tidak se-membludak kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Namun pergerakan IGI Sigi pelan-pelan secara pasti menyebar dan meluas ke semua kalangan, tidak terkecuali jajaran pejabat daerah setempat.

Pada pelaksanaan Menemu Baling mendatangkan pelatih atas nama Suparno, pembukaan kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi. Dalam rilis yang dikirim kepada Katinting.com menjelaskan bahwa, Kepala Dinas berjanji akan mendukung kegiatan-kegiatan IGI.

Jumat tanggal 24 Agustus 2018, Wakil Bupati Kabupaten Sigi, Paulina SE., M.Si., yang hadir langsung memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus Daerah IGI Kabupaten Sigi, yang dirangkaikan dengan dua pelatihan yakni workshop Sagumanisan dan workshop sagusaku yang dihadiri 50-an guru.

Meski sejumlah peserta yang ikut kegiatan belum menjadi anggota IGI, namun oleh pengurus daerah langsung melakukan pendataan untuk bisa bergabung dalam IGI.

Workshop Sagumanisan yang dibawakan oleh pelatih IGI Daerah Fadli alumni ToC Palu dilaksanakan pada hari Jumat setelah pelantikan. Sementara workshop Sagusaku yang berlangsung keesokan harinya dilaksanakan seharian penuh. Materi yang dibawakn oleh pelatih Nasional Sagusaku, Mira Pasolong diberikan dalam tiga sesi, yakni motivasi menulis, kiat menulis dan menerbitkan buku, dan praktek menulis.

Sebelum memberikan materi pelatihan, Mira Pasolong memaparkan kanal-kanal pelatihan yang dimiliki oleh Ikatan Guru Indonesia.

Materi pertama, Motivasi menulis diberikan untuk memantik semangat guru-guru menghasilkan tulisan. Memberi bukti-bukti bahwa menulis bukan pekerjaan yang sulit bagi seorang guru, dan IGI melalui kanal Sagusaku bersedia membantu guru-guru mewujudkan mimpi memiliki larya berupa buku.

Dalam sesi praktek menulis, semua peserta serius mengikuti, menyalurkan ide dan gagasan. Ketua IGI Sigi, Yoas, yang juga Kepala Sekolah SMKN I Sigi, tempat berlangsungnya kegiatan, juga turut serta menulis menjadi orang pertama yang berhasil menulis artikel sepanjang tiga halaman.

Kabupaten Sigi merupakan daerah sasaran PP IGI. Dimana pelatih nasional yang diturunkan, selain melatih juga berkewajiban menambah jumlah anggota IGI di daerah sasaran. Terhitung 50-an peserta siap bergabung dan telah melakukan pengisian dan pengembalian formulir.

Diketahui, IGI hadir demi peningkatan kompetensi guru di semua tingkatan. Kehadiran IGI di Kabupaten Sigi diharapkan mampu membawa angin baru yang lebih segar untuk dunia pendidikan.

Guru-guru sesungguhnya selalu ingin berkembang, namun terkadang tak menemukan wadahnya. Keberadaan IGI menjadi solusi atas hal tersebut. Maka tidaklah mengherankan jika peserta workshop bukan hanya berasal dari sekolah perkotaan, tetapi juga dari daerah 3T (Terluar, terdepan dan terluar). Seperti ibu Nurseha, guru SMP yang mengajar berpuluh-puluh kilometer dari ibu kota Sigi. Sekolah tempat ia mengabdi fasilitasnya sangat minim, bahkan tidak memiliki penerangan listrik. Namun kekurangan tersebut membuat ibu yang selalu ceria ini bersemangat untuk meningkatkan kompetensi diri demi anak didiknya. Ia ingin menghasilkan peserta didik yang berkualitas.

(Rls/Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...