Foto bersama Pj. Gubernur, para Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan perwakilan Mendagri di acara Musrenbang tingkat Pemprov Sulbar.
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com –  Bupati Mamuju Habsi Wahid, Bupati Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar dan Bupati Mamuju Tengah (Mateng) Aras Tammauni  yang mengadiri Musrembang tingkat Provinsi Sulbar mengadu ke perwakilan kementerian dalam negeri, Senin (10/4).

Mereka menyampaikan keluhannya terkait masih banyaknya infrastruktur jalan yang belum terselesaikan.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (AIM) mengatakan, ada lima ruas jalan nasional di wilayahnya yang hingga saat ini masih memperhatikan, olehnya itu dia berharap perhatian pemerintah pusat.

“Ada lima ruas jalan, itu masih banyak yang belum tuntas, kami juga masih masuk daerah tertinggal olehnya itu kami harap perhatian pemerintah bisa lebih banyak lagi,” kata AIM.

Ketua DPW Nasdem Sulbar ini mengatakan juga, RS Polman menjadi tempat rujukan untuk setiap RS di Sulbar, akibat hal tersebut pihaknya tidak bisa lagi menampung pasien rawat inap sehingga dibutuhkan pemgembangan RS lebih lanjut.

“Di Polman juga merupakan lumbung pangan dengan 24.000 hektar sawah, masalahnya adalah soal irigasi yang sangat dibutuhkan sehingga mohon perhatian pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Mateng Aras Tammauni mengatakan, selain infrastruktur jalan yang masih sangat dibutuhkan fasilitas kantor juga masih sangat minim.

“Kami pak adalah kabupaten baru, Alhamdulillah kalau kita ingin masuk kantor, kita harus usap badan dan muka dulu karena karena keringat, karena semua fasilitas masih sangat kurang. Kalau kita bahas masalah infrastruktur disini, sampai besok tidak akan selesai,” sebut Aras.

Sementara itu Bupati Mamuju Habsi Wahid meminta kepada pemerintah pusat agar memberikan perhatian terkait permasalahan tapal batas antara pulau Balabalakang dan Kalimantan Timur.

Selain tiga bupati, tiga perwakilan Pemda seperti Sekda Majene, Sekda Matra dan Wakil Bupati Mamasa menyampaikan juga permasalahan daerahnya seperti infrastruktur jalan.

Menjawab Hal tersebut Kepala Bappenas Bidang Politik, hukum, pertahanan dan keamanan Slamet Soedarsono mengatakan perencanaan untuk tahun 2018 sudah sangat tertulis jelas sejumlah program jalan, seperti di Mamasa terkait jalan seperti, Kalukku, Salobatu, Mambi.

“Ini lebih baik jika diperkuat oleh perencanaan dari provinsi, mohon bantuan dari Bappeda untuk mengawal ini. Termasuk juga jalan, Mamuju, Kalukku, Belakang dan Pasangkayu,” papar Slamet Soedarsono.

Sementara itu menurut Slamet Soedarsono pihaknya di 2018 fokus untuk peningkatan Puskesmas guna menurunkan angka kematian anak dan ibu.

“Kontek ini sangat penting pak, olehnya itu mari kita kawal bersama-sama,” ringkasnya. (Srf)

Bagikan
Deskripsi gambar...