Wakapolres Mamuju Tengah Kompol Haeruddin saat menyaksikan dan memimpin penandatanganan kesepakatan damai, dari proses mediasi kedua belah pihak, dalam kasus kekerasan aparat. (dok Fhatur Anjasmara)
banner 728x90

 

Mamuju Tengah, Katinting.com – Vidio viral berisi kekerasan aparat yang terjadi saat operasi penertiban pelanggar lalulintas di Puncak Salugatta, Kecamatan Budong budong, Mamuju Tengah, Selasa (28/03), baik korban kekerasan maupun aparat yang telibat kekerasan dalam vidio tersebut, menempuh jalan damai.

Jalan damai yang diinisiasi oleh Wakapolres Mamuju Tengah Kompol Haeruddin, bermula keluarga terduga korban kekerasan hendak melaporkan prilaku aparat atas peristiwa itu, dan ketika itu, keluarga dari terduga korban ini, langsung di terima oleh Wakapolres Mamuju Tengah, sehingga dalam pertemuan itu, Mantan Kapolsek Budong budong menawarkan jalan damai, dan kemudian di sambut oleh keluarga terduga korban kekerasan.

Hanya saja kemudian, penerimaan jalan damai ini, oleh keluarga terduga korban disertai dengan catatan, bahwa perdamaian yang di bangun antara terduga korban dan keluarganya, dengan aparat yang terlibat kekerasan, tidak menghentikan proses pemeriksaan internal di Divisi Propam Polres Mamuju Tengah.

“Dan tawaran ini kemudian diterima oleh Polres Mamuju Tengah melalui Wakapolres Kompol Haeruddin, sehingga keluarga pun menyetujui khususnya ibu dari terduga korban, tawaran jalan damai yang diinisiasi Wakapolres Mamuju Tengah” terang salah seorang keluarga terduga korban yang turut hadir di Polres Mamuju Tengah Ronal.

Baca juga; https://katinting.com/diduga-lakukan-kekerasan-tiga-polisi-di-propamkan-ipda-i-made-juliartono-kami-tegas-soal-pelanggaran-anggota/

Lanjut Ronal, karena catatan yang mengiringi tawaran inisiasi damai itu diterima oleh Polres Mamuju Tengah, maka ibu dari terduga korban pun mempertegas bahwa ini lagi bulan ramadan, jadi kesempatan saling memaafkan lewat jalan damai, sehingga keluarga membatalkan melakukan pelaporan terhadap aparat yang tampak dalam vidio melakukan kekerasan.

“Karenanya, tadi kami keluarga menegaskan bahwa catatan yang mengiringi jalan damai itu, akan terus di pantau, dan pihak Polres Mamuju Tengah kami minta memberikan setiap perkembangan prosesnya” beber Ronal.

Baca juga; https://katinting.com/ipm-mamuju-tengah-pertanyakan-protap-penanganan-pelanggar-berlalulintas-masril-haruskah-petugas-refresif/

Sementara itu, Kapolres Mamuju Tengah AKBP Amry Yudhi, menuturkan bahwa setelah proses mediasi di ruang SPKT Polres Mamuju Tengah, dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Haeruddin, akhirnya kedua belah pihak sepakat menempuh jalan damai.

“Ya kita bersyukur, kedua belah pihak sepakat berdamai, dan saling memahami kondisi saat kejadian” tutur Amry Yudhi.

Namun jalan damai ini, ungkap mantan Wakapolres Sintang Kalbar ini, tidak menghilangkan proses internal di kepolisian terhadap anggota Polres Mamuju Tengah yang tertangkap kamera melakukan pemukulan.

“Karenanya, kami tetap lakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik pada anggota kami, sebab tindakan kekerasan itu memang tidak dibenarkan” pungkas Amry Yudhi. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here