Ilustrasi Pameran UMKM. (dok Int)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Sebentar lagi Mamuju Tengah akan memeringati hari jadi ke-11 tahun, sejumlah kegiatan dihelat meramaikan kegiatan hari jadinya, tidak terkecuali rencana pagelaran Lalla Tassisara Expo 2023.

Dalam flyer yang beredar ada dua ketegori peserta masing masing kelompok usaha dari UMKM dan wakil utusan setiap desa di Mamuju Tengah, hanya saja kemudian dalam pelaksanaan Lalla Tassisara Expo, pelaku usaha dari kelompok UMKM mengeluhkan pungutan pada kegiatan tersebut.

Pelaku usaha dari UMKM lokal, menuturkan mestinya pada kegiatan hari jadi yang juga hari ulang tahun Mamuju Tengah, justru jangan ada pungutan kepada mereka untuk kegiatan apapun, karena wadah seperti itulah tempat mereka bisa menjadi salah satu market promosi usaha mereka sebagai kelompok usaha kecil.

“Tapi kenyataannya kami dibebani biaya sewa tenant yang cukup berat bagi kami sebagai pelaku usaha kecil, jadi kami menduga justru ada yang menjadikan peluang cari untung atau bisnis dikegiatan itu, karena harusnya tempatnya geratis” keluh salah seorang pelaku UMKM yang namanya minta tak ditulis.

Lanjut sumber kami, akibat penyewaan tempat dalam even Lalla Tassisara Expo 2023 itu, pelaku UMKM lokal yang dominan dari Topoyo, malah nyaris tidak ada yang ikut partisipasi, karena mereka berpikir, malah tidak dapat untung seperti harapan mereka, karena sebagian besar masuk ke modal penyewaan tempat lapak.

“Seperti saya ini, saya memilih tidak ikut, meskipun keinginan untuk berpartisipasi ada, tapi karena tempatnya berbayar, ya saya putuskan tidak ikut, dan bukan hanya saya, dari Topoyo nyaris tidak ada yang ikut, sebab tidak sebanding untung dengan biaya yang mereka keluarkan” terang sumber kami.

Katanya, kalau cuman bayar listerik dilapak nanti tak ada masalah, karena pelaku UMKM yang ikut bisa mengatur dan menghitung berapa kebutuhan listriknya, paling tidak lebih dari Rp.70 ribu, meskipun pelaksanaannya sampai dua pekan.

“Tapi karena tempatnya berbayar, ya kami ini memilih tidak ikut, dan lebih anehnya, pelaku usaha yang bukan dari kelompok UMKM dari luar Mamuju Tengah, banyak yang daftar, tentu nanti jadi pertanyaan, kemana kelompok UMKM dari Mamuju Tengah yang jumlahnya ratusan, koq yang dari luar ikut, padahal ini HUT Mamuju Tengah” kata sumber lagi.

Ia mencontohkan kegiatan yang serupa di Mamuju, pelaku UMKM hanya pajang lapak sesuai usahanya, tenda tenant ditanggung oleh sponsor, seperti BI, Bulog, PT. Astra Lestari, bahkan ada perusahan perkebunan besar dari Mamuju Tengah ikut menyewa tenda, diisi oleh pelaku UMKM.

“Nah mestinya ini yang dilakukan panitia HUT Mamuju Tengah, mengajak investor besar, menyewa tenda, kami dari kelompok UMKM yang isi tendanya” harapnya.

Upaya konfirmasi ke panitia hari jadi Mamuju Tengah yang mengkoordinir Lalla Tassisara Expo 2023, Kepala Bappeda Mamuju Tengah Litha Febriani menyampaikan untuk tenant UMKM disiapkan sebanyak 48 tenant.

“Dan Expo ini adalah bentuk kesyukuran kami atas hari jadi Mamuju Tengah, tentu dibutuhkan partisipasi bersama menyukseskan” ulas Litha Febriani.

Ia mengungkapkan jika kegiatan tersebut non bugeting, sehingga dimohon partisipasi pelaku UMKM, karena harapan pelaku UMKM kiranya kelompok usaha besar di Mamuju Tengah, seperti industri pengolahan sawit, bisa berpatisipasi membayar sewa tenant bagi pelaku UMKM, namun para investor besar diarahkan untuk membiayai kegiatan yang lain.

“Partisipasi pelaku usaha pengolahan sawit dan perusahan lainnya ada, namun kami arahkan membiayai kegiatan yang lain” pungkas Litha.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here