Ketua DPRD Mamuju Tengah Dr. Arsal Aras saat menyerahkan cenderamata kepada Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo. Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara. (dok Fhatur Anjasmara),
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Salah satu indikator penyebab tingginya angka stunting di suatu daerah, maraknya pernikahan usia anak yang masih terjadi di masyarakat.

Untuk itu Ketua DPRD Mamuju Tengah Arsal Aras, dalam sebuah acara yang dihadirinya awal pekan ini, menyampaikan bahwa harus ada kerja kerja kolaboratif semua kalangan mulai dari pemerintah hingga elemen masyarakat dan tokoh masyarakat, dalam rangka memastikan pernikahan usia anak di wilayah Mamuju Tengah terus berkurang.

Katanya, Ia mendapatkan data, bahwa di Mamuju Tengah, di Desa Babana, menjadi salah satu desa masuk kategori masyarakatnya melakukan praktek pernikahan anak, maka ini mesti menjadi tanggungjawab bersama, memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Tentu ini, tanggungjawab bersama kita semua, bagaimana memberikan pemahaman khususnya kepada orang tua, agar tak lagi membiarkan praktek pernikahan usia anak yang akan menjadi indikator terjadinya stunting” kata Arsal.

Ia menuturkan bagaimana kemudian kita bersama sama memberikan literasi standar usia yang ideal untuk menikah, sehingga dengan tercerahkannya, masyarakat, maka praktek pernikahan dini juga akan berkurang.

“Nah ini mesti kita kawal bersama sama, oleh semua stakeholder mulai pemerintah dari atas hingga kebawah ke tingkat kepala desa, agar masyarakat makin tercerahkan” pungkas Arsal.

Diketahui, sesuai Pasal 7 Ayat 1 UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UU 16/2019”) mengatur bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here