Sukri saat menerima pengunjukrasa. (Foto : Zulkifli)

Saya heran juga kenapa rakyat banyak memilih orang seperti ini, harusnya kan orang seperti ini yang memang terbatas secara pemahaman, memahami bagaimana hubungan dengan legislatif ini

banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Pernyatan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar yang mengundang reaksi keras DPRD Sulbar, sampai hari ini, Rabu (31/10), Gubernur Sulbar belum memberikan klarifikasi terkait pernyataanya tersebut.

BACA JUGA : DPRD Tersinggung atas Pernyataan Gubernur Sulbar “Goreng-goreng”¬†

Akibat pernyataan tersebut, disinyalir bakal berpengaruh kepembahasan APBD Pokok 2019, yang biasanya akan dibahas diakhir tahun 2018. Itu diungkapkan oleh anggota DPRD Sulbar, Sukri saat ditemui sesuai menemui massa aksi yang dilakukan oleh HMI Cabang Manakarra, di Kantor DPRD Sulbar, Jln. Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju.

“Jelas ini akan sangat mengganggu secara langsung maupun tidak langsung kalau gubernur ini tidak segara menyehatkan dia punya fikiran, meluruskan dia punya fikiran dan mulai tegak lurus dengan konstitusi bukan karena mau-maunya, bukan karena seleranya.¬†Kita berpemerintahan itu tidak boleh membawa semata-mata selera. Berpemerintahan ini memang sudah diatur semuanya oleh konstitusi kita,” ungkap Sukri.

Anggota Fraksi Partai Demokrat juga ini menilai Gubernur Sulbar tidak mengerti konteks pemerintahan. Salah satu yang menjadi acuan Sukri hingga menyatakan hal tersebut, Gubernur tidak memahami proses hulu hilir, proses pembangunan, pembahasan APBD di KUA PPAS, hingga pembahasan di DPRD.

“Pak Gubernur ya sudah begitu. Pak Gubernur kita ini menurut saya, kadang-kadang putus-putus, lompat-lompat, tidak urut. Dia tidak mengerti konteks tapi berani mengomentari sesuatu,” katanya

“Saya heran juga kenapa rakyat banyak memilih orang seperti ini, harusnya kan orang seperti ini yang memang terbatas secara pemahaman, memahami bagaimana hubungan dengan legislatif ini, kemudian apa yang menjadi tanggung jawab kita sebagai wakil rakyat dan beliau sebagai gubernur, sudah jelas aturannya, kewenangannya juga diatur dengan bai,” sambungnya.

Ia juga mengaku sudah mati akal mencari seseorang yang bisa memberikan pemahaman kepada Gubernur Sulbar. Sehingga menurutnya, Gubernur dapat tegak lurus dengan konstitusi kemudian bisa memahami tahapan dan proses yang berlangsung dengan baik.

Nda tau saya mau curhat sama siapa, tinggal curhat sama Tuhan saja kita ini. Karena sudah sulit sekali saya mendapati orang yang kira-kira bisa di dengarkan oleh Pak Gubernur ini. Nda tau siapa yang bisa dia dengarkan, Supaya bisa dinasihati,” ujarnya.

“Saya tidak bisa bilang dia sakit. Karena saya bukan dokter. Tapi saya hanya mencurigai bahwa beliau ini lagi sakit,” pungkasnya.

(Zulkifli)

Bagikan
Deskripsi gambar...