oleh

Tanggapi Isu Sampah, Pj Gubernur Minta 5 Orang Perwakilan Polman Dikirim ke Banyumas

banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Persoalan sampah menjadi salah satu isu dari 11 isu yang dibawa Alinasi Mahasiswa Sulbar Bergerak sat menggelar aksi di Gedung Merah Putih Kantor Gubenur Sulbar, Kamis (19/05/22).

Baca Juga : Diminta Pulihkan Sulbar, Pj Gubernur Minta Waktu Enam Bulan

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Polman, Muhammad Ridwan dalam orasinya menyampaikan, persoalan sampah di Polman berlarut-larut beberapa waktu terakhir dan belum terselesaikan.

“Sampah di Polman merupakan persoalan krusial yang harus disikapi Akmal Malik,” kata Muhammad Ridwan.

Ia juga mengungkapkan, persoalan sampah di Polman disodorkan ke Pj Gubernur Sulbar lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman dianggap tidak becus menyelesaikan persoalan tersebut.

“Hampir setahun lamanya, para pedagang, serta masyarakat Polman terganggu dengan tumpukan sampah yang mengeluarkan bau menyengat,” katanya.

Bahkan, kata Ridwan, Pemkab Polman tidak pernah hadir untuk mengatasi persoalan sampah tersebut.

“Sehingga, kami harap Pj Gubernur Sulbar dapat menyelesaikan persoalan tersebut,” sebut Ridwan.

Menanggapi itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Akmal Malik saat menerima massa aksi di pendopo gedung merah putih meminta lima perwakilan dari Kabupaten Polewali Mandar untuk dikirim ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).

“Persoalan sampah, silahkan Polman tunjuk lima orang saya kirim ke Banyumas untuk (belajar) pengelolaan sampah,” kata Pj Gubernur, Akmal Malik.

Kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) itu, Kabupaten Banyumas
salah satu daerah yang konsisten untuk menangani sampah.

Olehnya, dihadapan pasa massa aksi meminta lima orang perwakilan dari Kabupaten Polman dikirim ke Banyumas untuk belajar pengolahan sampah yang dapat menghasilkan uang. Semua biaya akan ditanggung oleh Pj Gubernur itu.

“Saya janji saya kirim lima orang. Di Banyumas saja bisa menghasilkan jutaan rupiah. Bagaimana mengelola sampah menjadi barang bermanfaat,” tutupnya.

(Zulkifli)

Bagikan

Komentar