Suhardi Duka sambutan saat Bimtek Perhutanan Sosial di Majene. (Dok. Anhar)
banner 728x90

Majene, Katinting.com – Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kelompok Perhutanan Sosial berlangsung di aula SMK Negeri 5 Majene, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 5 April 2024, diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan didukung oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Suhardi Duka, MM.

BACA JUGA: Suhardi Duka: Pentingnya Penguatan Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Kelautan dan Perikanan di Sulbar

Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Majene, Andi Syukri Tammalele, serta Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan wilayah Sulawesi, Muchsin, bersama lebih dari dua ratus warga masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Syukri Tammalele menjelaskan konsep Perhutanan Sosial sebagai sistem pengelolaan hutan lestari yang melibatkan kelompok masyarakat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan hutan negara atau hutan adat dengan prinsip ekonomi, ekologi, dan sosial yang seimbang.

Muchsin, Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan wilayah Sulawesi, menyoroti pentingnya Program Perhutanan Sosial sebagai inisiatif pemerintah untuk memastikan hak dan akses masyarakat terhadap tanah.

Program ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah penguasaan lahan dengan memberikan izin dan pendampingan selama 35 tahun agar masyarakat dapat mengelola hutan secara mandiri.

Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam mengelola Perhutanan Sosial, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Lanjut kata Muchsin, terima kasih juga kami disampaikan kepada Dr. H. Suhardi Duka, MM, anggota Komisi IV DPR RI, atas fasilitas yang telah diberikan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara di Majene.

Dr. H. Suhardi Duka menekankan bahwa Perhutanan Sosial bukan hanya sebagai solusi untuk masalah teritorial, tetapi juga sebagai sarana pengembangan ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan melalui usaha hasil hutan, dan membantu mengentaskan kemiskinan.

“Kegiatan Bimtek ini bukan hanya sekadar acara, melainkan langkah konkrit dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat melalui pengelolaan sumberdaya hutan secara berkelanjutan,” ungkap SDK.

Pada akhir acara, dilakukan penyerahan bantuan paket Ramadhan secara simbolis kepada semua peserta yang hadir, yang berjumlah lebih dari 200 orang.

(Anhar)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here