oleh

Stunting Tanggungjawab Lintas Sektoral

banner 728x90

 

Mateng, Katinting.com – Sulawesi Barat saat ini, secara nasional berada di urutan kedua dalam kasus stunting, setelah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan prevelansi 33,8% pada tahun 2021, dan untuk Mamuju Tengah berada pada tingkat prevalensi 26,3%, merupakan terendah dari 6 kabupaten di Sulbar.

Demikian di sampaikan oleh Wakil Bupati Mamuju Tengah Muh Amin Jasa, dalam membuka rembuk stunting tingkat kabupaten Mamuju Tengah pada Senin (04/07), di aula kantor bupati Mamuju Tengah.

Katanya, sekalipun Mamuju Tengah merupakan kabupaten terendah tingkat prevelansi stuntingnya di Sulbar, tentu ini tak berarti kerja kita telah selasi, karena tanggungjawab pemerintah kabupaten Mamuju Tengah dalam penurunan stunting tidak selesai sampai di angka angka yang makin melandai.

“Karenanya, intervensi terhadap stunting tetap harus menjadi penting dilakukan sehingga daerah ini, dapat keluar dari permasalahan stunting” kata Amin.

Menurutnya, pelibatan lintas sektoral mulai dari masyarakat, lembaga non pemerintah hingga semua organisasi pemerintah sangatlah penting, dalam memastikan penyelesaian stunting di Mamuju Tengah, dengan terus melakukan intervensi penyelesaian stunting.

“Dan rembuk stunting ini, merupakan salah satu wadah efektik dalam melakukan evaluasi dan membuat perencanaan program intervensi, sebab dalam stunting ada dua intervensi dapat dilakukan yakni, intervensi gizi dan intervensi pendukung” tutur Amin.

Ia menambahkan, dengan intervensi gizi yakni melakukan upaya peningkatan gizi seperti intervensi kepada 1.000 anak hari pertama kehidupan untuk mengangkat derajat kesehatan masyarakat, serta intervensi pendukung dengan melakukan penyediaan sarana prasarana intervensi.

“Maka ini akan memudahkan lintas sektoral dalam bekerja, melakukan penurunan konvergensi stunting di Mamuju Tengah” pungkas Amin.

(Fhatur Anjasmara)

Bagikan
banner 728x90

Komentar