oleh

Setuju Rampingkan OPD Pemprov Sulbar, Ini Alasan Fraksi Gerindra

banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Rencana Pj. Gubenur Sulbar, Akmal Malik untuk melakukan perampingan OPD di lingkup Pemprov Sulbar, juga didukung oleh Fraksi Gerindra di DPRD Provinsi Sulawesi Barat.

Setuju akan rencana tersebut disampaikan oleh Syahrir Hamdani, saat di hubungi Katinting.com via telpon, Senin 20 Juni 2022.

“Setuju, pemerintah perlu efektif bekerja dan efisien,” ucapnya.

Kata Syahrir, seharusnya yang satu rumpun itu disatukan saja. Jangan dipisah-pisah. Kalau dipisah-pisah pasti membebani biaya. Efektifitasnya disitu, dan efisiensi juga karena pasti akan banyak ongkos anggaran kalau di pisah-pisah, ucapnya.

BACA JUGA : Ketua Komisi II DPRD Sulbar Dukung Pj. Gubernur Rampingkan OPD

Efektivifnya itu misalnya pertanian, peternakan dan perkebunan, itu satu rumpun semua. Sambung kata Syahrir, mungkin saja itu dinas pendidikan kembali Dispora atau apa? Saya tidak memastikan demikian, tapi nanti pasti akan ditelusuri itu, mana saja yang dianggap serumpun bisa disatukan, pungkasnya.

Tentu kita dukung niat baik ini, dengan melakukan efektifitas dan efisiensi. Tegasnya.

Ia juga menyinggung terkait posisi jabatan nantinya ada yang hilang, saya yakin bahwa Pj Gubernur akan menempatkan orang yang tepat pada posisi tersebut yang dianggap mampu.

Namun itu, Ia mengatakan ada risikonya (OPD disatukan,red) jika ada bantuan dipusat bisa menurunkan jika di OPD tersebut ada bagian OPD-nya. Sehingga butuh pertimbangan matang untuk merampingkannya.

Lebih lanjut dijelaskan, Kita ini sesungguhnya beruntung dengan kehadiran pak Akmal sebagai penjabat Gubernur Sulbar. Karena Dia punya jaringan sebagai Dirjen Otoda, sehingga wajar OPD ditantang untuk melakukan kegiatan skala nasional di Sulbar, sehingga bisa menggerakkan ekonomi, perhotelan, transportasi bergerak, dan sebagainya.

Kita sangat beruntung punya Pj yang punya kapasitas, pemikir dan pekerja, punya jaringan. Sehingga apa yang dilakukan dengan data presisi akan sangat membantu, sehingga apa yang menjadi kebutuhan itu riil basis datanya.

“Membangun memulai dengan data akan sangat baik, menjadi sesuatu yang riil, jika berbasi data itu akan lebih mudah bisa proyeksi kedepan,” imbuhnya.

(Anhar)

Bagikan

Komentar