Ilustrasi dua ekor tikus sedang maling uang. (dok Int)
banner 728x90

Mamuju Tengah, Katinting.com – Lebih dari satu tahun di tangan penyidik Tipikor Polres Mamuju Tengah, dua tersangka Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) di Salugatta tahun 2021, baru di limpahkan ke penuntut Kejaksaan Negeri Mamuju, pada Rabu (28/02).

Kasus dugaan korupsi yang melibatkan dua oknum eks Desa Salugatta, Kecamatan Budong budong masing masing mantan Pj Kades Salugatta Suwanto dan mantan Sekdesnya Suryono, menyebabkan kerugian negara berdasarkan penilaian oleh BPK sebesar Rp.200 juta yang merugikan kurang lebih 300 orang penerima BLT.

Baca : Penyelewengan BLT di Salugatta, Mantan Plt Kades dan Mantan Sekdes Saling Tuding

Dalam rangka mempertanggungjawabkan perbuatannya, Satreskrim Tipikor Polres Mamuju Tengah menyerahkan keduanya ke jaksa penuntut setelah setahun lebih dalam proses penyidikan di Polres Mamuju Tengah.

Baca : Breaking News : Satreskrim Tetapkan dan Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan BLT Desa Salugatta

Kepada laman ini, Kasatreskrim Polres Mamuju Tengah Iptu Fredy menyampaikan kalau keduanya mengalami sampai setahun lebih di serahkan, sebab berdasarkan koordinasi dengan jaksa penuntutnya, ada beberapa syarat formil yang mesti di penuhi.

“Dan baru pada Rabu (28/02) kemarin, dinyatakan P21 oleh jaksa penuntut, sehingga barang bukti dan kedua tersangka, baru dapat diserahkan dan diterima” kilah Fredy.

Kedua tersangka, Suwanto dan Suryono, dinyatakan patut di duga melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 dan atau Pasal 9 Undang undang No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Dan ancaman hukuman terhadap kedua tersangka minimum 4 tahun, maksimum 20 tahun penjara” tanda Fredy.

Terpisah Kapolres Mamuju Tengah AKBP Amri Yudhy, menuturkan bahwa penanganan kasus korupsi BLT ADD Desa Salugatta, yang menyeret dua orang oknum mantan Kades dan Sekdesnya, bukti nyata keseriusan Polres Mamuju Tengah beserta jajarannya, dalam penanganan penyelesaian kasus korupsi di Bumi Lalla Tassisara.

“Tentu prinsipnya kita mengutamakan pemerintah yang bersih serta berintegritas, maka kami terus mendorong lingkungan yang bebas dari praktik korupsi” singkat Amri. (Fhatur Anjasmara)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here